Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Cegah Pemerkosaan, India Bentuk Pasukan Komando Wanita Berpatroli di New Delhi

Cegah Pemerkosaan, India Bentuk Pasukan Komando Wanita Berpatroli di New Delhi

*New Delhi Luncurkan Layanan Bantuan Anti Suap
Jumat, 10 Januari 2014 15:45 WIB
SIB/int
Ilustrasi
New Delhi (SIB)- Maraknya kasus pemerkosaan membuat otoritas India memutar otak untuk mencari langkah pencegahan. Yang terbaru, otoritas setempat akan membentuk pasukan komando wanita yang akan berpatroli di jalanan dan meningkatkan keamanan bagi wanita. Menteri Kesejahteraan Wanita dan Anak untuk kota New Delhi, Rakhi Birla mengatakan pihaknya tengah berencana merekrut mantan tentara wanita dan wanita yang ahli bela diri, untuk melatih sukarelawan wanita untuk berpatroli di jalanan ibukota. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (9/1).

Birla baru saja terpilih setelah partainya yang antikorupsi, Aam Aadmi Party berhasil mengalahkan Partai Kongres yang sedang berkuasa dalam pemilu daerah bulan lalu. Birla meyakini bahwa keberadaan pasukan komando wanita akan mampu membuat jalanan India lebih aman. "Ada banyak cacat dalam sistem kita. Perlu banyak tindakan korektif yang harus dilakukan untuk membuat transportasi publik aman bagi wanita di malam hari. Kita akan mulai dengan adanya pasukan komando yang beranggotakan wanita," ucap Birla kepada The Times of India. "Sejumlah pria bekas tentara dan pelatih bela diri bisa melatih para wanita. Menariknya, lebih banyak wanita yang mengajukan diri untuk dilatih, yang merupakan pertanda baik. Mereka akan dilatih taekwondo dan kemudian diterjunkan dalam misi awal pada malam hari," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Birla juga berencana merekrut sebanyak 5 ribu penarik becak dan pengemudi bajaj wanita untuk membuat wanita tidak merasa terancam ketika keluar malam hari. Usulan Birla ini disambut baik, namun dipertanyakan oleh sejumlah aktivis wanita setempat. Para aktivis mempertanyakan apakah keberadaan pasukan komando wanita tersebut tidak akan berbenturan dengan kepolisian New Delhi.

"Kita perlu membawa lebih banyak wanita ke dalam kepolisian Delhi, bukannya membentuk pasukan tandingan. Akan lebih baik jika memperkuat keberadaan unit kepolisian yang sudah ada dan meminta agar unit tersebut berada di bawah komando pemerintah Delhi," jelas Direktur Pusat Penelitian Sosial Delhi, Ranjana Kumari. "Kepolisian Delhi tidak akan peduli dengan keberadaan pasukan komando karena mereka tetap saja berada di bawah Kementerian Dalam Negeri. Wewenang apa yang akan dimiliki pasukan tersebut," tandas Kumari.

Tindak kekerasan terhadap kaum wanita, termasuk pemerkosaan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Yang paling menjadi sorotan adalah pemerkosaan brutal mahasiswi berusia 23 tahun di dalam bus yang melaju di jalanan New Delhi setahun lalu. Akibat tindakan tersebut, si mahasiswi akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu. Kasus tersebut memicu unjuk rasa dan aksi protes besar-besaran, tidak hanya di India tapi juga di dunia. Pemerintah India pun memperketat aturan yang ada dan memberlakukan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku kejahatan seksual di India.

New Delhi Luncurkan Layanan Bantuan Anti Suap
Pemerintah ibukota India, Delhi, meluncurkan layanan bantuan untuk menolong orang yang menghadapi pekerja pemerintah yang meminta suap. Layanan bantuan anti-korupsi merupakan sebuah inisiatif dari Partai Aam Aadmi (AAP) yang berkuasa di Delhi dengan dukungan Partai Kongres.

AAP lahir dari gerakan anti korupsi di seluruh India. Partai AAP yang dipimpin oleh Arvind Kejriwal, seorang mantan pegawai negeri sipil yang beralih menjadi aktivis, dan sekarang menjadi kepala menteri Delhi. Layanan bantuan - dibuka selama 12 jam setiap hari - dan mulai bekerja sejak Senin lalu.

Para penelpon dapat meninggalkan nama, detil keluhan mereka dan nomor telepon ke layanan bantuan. Seorang pejabat pemerintah kemudian harus menghubungi setiap penelpon dan menawarkan tips bagaimana menjebak para penerima suap dengan menyusun operasi sengatan.

"Ini bukan sebuah nomor pengaduan. Ini merupakan nomor layanan bantuan, dimana masyarakat akan diberikan saran dan penjelasan oleh pejabat departemen anti korupsi tentang bagaimana melakukan sebuah operasi sengatan (terhadap penerima suap)," kata Kejriwal. "Sengatan harus dilakukan melalui cara visual dan audio. Setelah melakukan sengatan, seseorang harus kembali ke pemberi saran yang sama, untuk melanjutkan sebuah jebakan yang akan dilakukan (oleh petugas anti korupsi) untuk menangkap tersangka," kata dia.

Kejriwal mengatakan setiap warga Delhi yang memiliki telepon akan menjadi "pejuang anti korupsi". "Tujuan peluncuran layanan bantuan ini adalah untuk menciptakan ketakutan di kalangan individu yang korup," kata dia. Koran Indian Express menyebut langkah tersebut belum pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Partai Kejriwal memperoleh 28 dari 70 kursi pada pemilu Delhi bulan lalu yang menjanjikan untuk memberantas korupsi. Partai tersebut memutuskan untuk terjun dalam pemilu parlemen, yang akan digelar pada April dan Mei. (BBC/SMH/dtc)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments