Minggu, 26 Mei 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Cegah Bantuan Asing, Maduro Tutup Perbatasan Udara dan Laut

Cegah Bantuan Asing, Maduro Tutup Perbatasan Udara dan Laut

admin Kamis, 21 Februari 2019 21:33 WIB
SIB/AP Photo
Anggota DPR Venezuela dalam pengasingan, Jose Manuel Olivares, berbicara pada media saat kunjungan untuk meninjau bantuan kemanusiaan dekat Jembatan Internasional Tienditas di pinggiran Cucuta, Kolombia, di perbatasan dengan Venezuela, Selasa (19/2).
Punto Fijo (SIB) -Presiden Nicolas Maduro memutuskan menutup sejumlah perbatasan laut dan udara Venezuela. Langkah itu dilakukan Maduro guna membendung langkah kelompok oposisi yang berusaha memasukkan bantuan asing yang tertahan di perbatasan, di tengah krisis politik yang melanda negara itu. Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang diakui AS dan sekutu-sekutunya sebagai presiden interim Venezuela, telah mengatakan bahwa makanan dan obat-obatan yang sebagian disediakan oleh AS akan memasuki Venezuela melalui darat dan laut pada Sabtu, 23 Februari.

Venezuela telah mengirim pasukan ke perbatasan dengan Kolombia untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan tersebut.
Diwartakan Reuters, Rabu (20/2), penutupan wilayah maritim ini akan memblokir kapal-kapal, perahu dan pesawat udara antara Negara Bagian Falcon di pantai barat Venezuela dengan kepulauan Aruba, Bonaire dan Curacao.

Laksamana Madya Vladimir Quintero yang memimpin unit militer di Falcon tidak mengatakan alasan dari penutupan tersebut, sementara Kementerian Informasi Venezuela menolak memberikan komentarnya.

Pemerintah Curacao, yang telah setuju untuk menerima bantuan untuk Venezuela tanpa terlibat dalam pengirimannya, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penutupan itu dimaksudkan "untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan" ke negara Amerika Latin tersebut. "Curacao tidak akan memaksa dalam bantuan, tetapi akan terus berfungsi sebagai pusat logistik," demikian disampaikan Pemerintah Curacao dalam pernyataannya.

Sementara itu Brasil bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memobilisasi bantuan kemanusiaan bagi Venezuela yang tengah dilanda krisis. "Pemerintah Brasil memobilisasi satuan tugas untuk memberikan logistik bantuan kemanusiaan bagi rakyat Venezuela mulai 23 Februari," ujar juru bicara kepresidenan Brasil, Otacio de Rego Barros.

Barros kemudian menjabarkan strategi mereka agar bantuan tersebut tetap dapat masuk ke Venezuela meski Presiden Nicolas Maduro menutup perbatasan. "Bantuan yang terdiri dari makanan dan obat-obatan akan disiagakan di wilayah Brasil (yang berbatasan dengan Venezuela) dan kemudian akan diambil presiden interim Juan Guaido dengan truk-truk yang dikendarai oleh warga Venezuela," tuturnya. Ia mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini dilakukan dengan koordinasi langsung dengan pihak AS.

AS sendiri sudah mengirimkan bantuan untuk Venezuela yang hingga kini masih tertahan di perbatasan Kolombia karena diblokade Maduro. Maduro, yang masih memegang sumpah sebagai Presiden Venezuela, menolak bantuan AS itu karena menganggapnya sebagai "pertunjukan politik."

Selama ini, AS memberikan dukungan bagi Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim Venezuela di tengah demonstrasi anti-Maduro pada Januari lalu. Guaido mengatakan bahwa ada sekitar 300 ribu warga Venezuela terancam meninggal akibat krisis ekonomi di negaranya yang sedang mengalami hiperinflasi.

Ia juga sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak memblokade bantuan kemanusiaan. Ia menyebut pemblokiran akses bantuan kemanusiaan ini "hampir seperti genosida."

Setia Kepada Maduro
Sementara itu, militer Venezuela menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Nicolas Maduro dan menolak ancaman yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menteri Pertahanan Venezuela mengatakan, militernya akan tetap "patuh dan tunduk" kepada presiden sah negara itu.

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengatakan bahwa perwira dan tentara Venezuela akan ditempatkan di perbatasan negara itu untuk mencegah terjadinya pelanggaran wilayah negara. Dia juga memperingatkan bahwa militer Venezuela akan tetap setia kepada presiden yang sah dan pihak-pihak yang mencoba menggulingkannya tidak akan bisa melakukannya dengan mudah. "Mereka yang berusaha menjadi presiden di sini di Venezuela ... harus melewati mayat kami," kata Padrino.

Pernyataan Padrino itu merupakan respons atas ancaman dari Presiden AS, Donald Trump yang menuntut militer Venezuela untuk meninggalkan Maduro atau mereka akan "kehilangan segalanya". Padrino menyebut ancaman Trump tersebut "sombong dan tidak masuk akal".

Bulan lalu Padrino menegaskan bahwa militer Venezuela tidak mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela dan menyatakan akan terus mempertahankan konstitusi dan kedaulatan Venezuela dengan mendukung presiden terpilih Nicolas Maduro.

Baik Maduro maupun Guaido sama-sama mendapat dukungan dari sejumlah negara di dunia internasional atas klaim mereka terhadap kekuasaan di Venezuela. Guaido mendapat dukungan dari AS dan sekutu-sekutunya di Barat dan Amerika Latin, sementara Maduro didukung oleh Rusia, China dan Turki. (Okz/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments