Rabu, 26 Jun 2019

Bus Penuh Anak Sekolah Dibakar Sopir yang Marah di Italia

admin Jumat, 22 Maret 2019 22:03 WIB
SIB/dailymail
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi bus yang terbakar dalam aksi penyanderaan oleh sopir bus sekolah di Italia, Rabu (20/3). Sebanyak 51 siswa yang sebagian diikat, bisa diselamatkan setelah kaca belakang bus dipecahkan.
Milan (SIB) -Satu bus berisi penuh anak-anak sekolah dibakar oleh sopirnya di pinggiran Milan, Italia. Aksi tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tenggelamnya imigran di Laut Tengah. Semua anak-anak di dalam bus berhasil meloloskan diri tanpa ada yang cedera sebelum seluruh badan bus dilalap api. Polisi mengatakan pengemudi bus adalah seorang warga Italia keturunan Senegal.

"Dia berteriak 'Hentikan kematian di laut. Saya akan melakukan pembunuhan massal'," kata juru bicara kepolisian, Marco Palmieri, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/3).

Penyanderaan berakhir setelah polisi memblokir jalan, memaksa bus menabrak satu mobil sebelum berhenti. Polisi kemudian memecahkan kaca belakang bus untuk mengeluarkan para sandera sebelum bus terbakar. Aksi penyanderaan berlangsung selama sekitar 30 menit dan dapat berakhir dengan seluruh siswa selamat, beberapa mengalami luka ringan dan sesak karena menghirup asap.

Salah seorang anak mengatakan kepada wartawan bahwa pengemudi itu mengancam akan menyiram bensin kepada mereka dan membakarnya. Salah seorang dari mereka berhasil menghubungi polisi, yang segera datang ke tempat kejadian dan memastikan semuanya selamat.

Palmieri mengatakan beberapa anak dibawa ke rumah sakit sebagai langkah berjaga-jaga karena mereka mengalami memar dan dalam keadaan kaget. Tapi tidak seorang pun yang menderita luka parah.

Jaksa Milan, Francesco Greco, bersyukur insiden penyanderaan dapat berakhir tanpa jatuh korban jiwa. "Ini sungguh keajaiban. Kasus ini bisa saja berubah menjadi bencana. Polisi sungguh luar biasa dengan menghalangi bus dan menyelamatkan anak-anak," ujarnya, dikutip AFP.

Pelaku penyanderaan dilaporkan merupakan warga Italia asal Senegal berusia 47 tahun dan telah bekerja sebagai sopir bus sejak tahun 2002. Aksi nekat pelaku diduga berkaitan dengan insiden kematian para imigran di wilayah Mediterania dan pelaku melakukan penyanderaan sebagai bentuk protes. Ribuan imigran telah dilaporkan menyeberang dari Afrika Utara ke Italia, dengan banyak dari mereka kehilangan nyawa selama dalam perjalanan yang berbahaya. Dikatakan sopir bus tersebut juga kehilangan anak-anaknya di Mediterania dan mengatakan ingin menghentikan tragedi yang menimpa para imigran.

Pelaku menyebut tragedi yang menimpa para imigran adalah kesalahan pemerintah Italia. Dia pun menyebut wakil perdana menteri Luigi Di Maio dan Matteo Salvini sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. "Saya ingin mengakhiri ini semua, saya ingin menghentikan kematian yang terus terjadi di Mediterania," kata sopir seperti dikutip saksi sandera. Namun Greco menambahkan, tidak dapat mengesampingkan hubungan tindak terorisme dalam kasus kali ini.

Sumber dari kementerian dalam negeri menyebutkan, pelaku penyanderaan itu terancam kehilangan kewarganegaraan Italia miliknya, langkah yang dimungkinkan di bawah undang-undang anti-imigran yang keras yang mulai diadopsi akhir tahun lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sebanyak 2.297 imigran tenggelam atau menghilang di Laut Tengah tahun 2018 saat mereka berusaha mencapai Eropa. (Rtr/AFP/kps/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments