Rabu, 24 Jul 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Bos Amazon Kaitkan Ancaman Foto Mesum Dirinya dengan Kasus Khashoggi

Tuding AMI Berupaya Memeras

Bos Amazon Kaitkan Ancaman Foto Mesum Dirinya dengan Kasus Khashoggi

admin Selasa, 12 Februari 2019 15:39 WIB
Jeff Bezos
Washington DC (SIB) -Miliarder Amerika Serikat (AS) pemilik Amazon dan The Washington Post, Jeff Bezos, menuduh penerbit American Media Inc (AMI) berupaya memeras dirinya terkait ancaman perilisan foto-foto tidak senonoh dirinya. Bezos mengaitkan upaya pemerasan dengan kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Beberapa waktu lalu, Bezos yang merupakan orang terkaya di dunia itu, mengklaim bahwa tabloid National Enquirer -- milik penerbit AMI -- mengancam akan menerbitkan foto-foto tidak senonoh dirinya jika permintaan tabloid itu tidak dipenuhi.

Diketahui bahwa sebelumnya National Enquirer mengungkap skandal perselingkuhan Bezos dengan seorang mantan presenter bernama Lauren Sanchez. Terkait hal itu, Bezos melakukan penyelidikan independen untuk mencari tahu cara National Enquirer mendapatkan informasi intim soal hubungannya dengan Sanchez. Bezos menuduh penerbit AMI berupaya memerasnya agar menghentikan penyelidikan itu. Seperti dilaporkan The Guardian dan dilansir Hurriyet Daily News, Senin (11/2), Bezos memaparkan tuduhan terhadap penerbit AMI itu melalui tulisan panjang via blog-nya pada Jumat (8/2) lalu. Disebutkan Bezos bahwa tabloid National Enquirer dan penerbit AMI memiliki keterkaitan dengan otoritas Arab Saudi.

Menurut Bezos, pengungkapan hubungannya dengan Sanchez didasari motif politik dan mengindikasikan keterkaitan dengan Saudi. Dalam tulisannya, Bezos juga menyinggung soal kedekatan CEO AMI David Pecker dengan Presiden AS Donald Trump. Bezos sendiri merupakan pemilik surat kabar terkemuka AS, The Washington Post, di mana Khashoggi sempat menjadi salah satu kolumnisnya. Semasa hidup, Khashoggi kerap menulis artikel yang kritis terhadap Saudi.

Setelah Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 dan dicurigai melibatkan tim intelijen Saudi, The Washington Post gencar mengulas dugaan-dugaan keterlibatan pejabat

Dipaparkan Bezos bahwa penerbit AMI dan David Pecker telah 'diselidiki atas berbagai tindakan yang mereka lakukan atas nama pemerintah Saudi'. "AMI, pemilik National Enquirer, yang dipimpin oleh David Pecker, baru-baru ini mencapai kesepakatan imunitas dengan Departemen Keamanan (AS) terkait peran mereka dalam proses yang disebut 'Catch and Kill' atas nama Presiden Trump dan kampanye pemilunya. Pecker dan perusahaannya juga telah diselidiki atas berbagai tindakan yang mereka lakukan atas nama pemerintah Saudi," tulis Bezos dalam tulisan di blog-nya seperti dikutip Business Insider. "Beberapa hari lalu, seorang pemimpin AMI menyarankan kepada kami bahwa Pecker 'sangat marah' soal penyelidikan kami. Untuk sejumlah alasan yang masih harus dipahami lebih baik, sudut pandang Saudi tampaknya mengenai sesuatu yang sangat sensitif," imbuhnya tanpa menjelaskan lebih lanjut sumber tulisannya ini.

Disebutkan The Guardian bahwa tidak diketahui secara jelas mengapa Bezos menarik keterkaitan antara AMI dan National Enquirer dengan pemerintah Saudi. "Tapi para pengamat-pengamat politik dengan cepat mengingatkan bahwa Khashoggi, seorang kolumnis The Washington Post dan pengkritik pemerintah Saudi yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, seringkali secara kritik fokus pada hubungan nyaman antara Trump dengan Kerajaan (Saudi)," tulis The Guardian dalam artikelnya.

"Pecker juga dekat dengan Trump dan AMI di masa lalu telah mengakui pihaknya terlibat dalam praktik bernama 'catch-and-kill' -- menekan kisah-kisah yang berpotensi merusak citra -- untuk membantu Trump menjadi presiden. Trump juga mengobarkan perang kata-kata terhadap Bezos, pemilik Washington Post, yang kerap dikecamnya sebagai bagian dari 'media berita palsu'," imbuh The Guardian.

Diketahui bahwa Trump terang-terangan menyatakan dukungan untuk otoritas Saudi dan putra mahkotanya dalam kasus Khashoggi. Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait tulisan Bezos maupun laporan ini.

Saudi Membantah
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi mengomentari pernyataan miliarder Amerika Serikat (AS) pemilik Amazon dan The Washington Post, Jeff Bezos, yang mengaitkan upaya pemerasan terhadap dirinya oleh tabloid National Enquirer dengan kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (11/2), Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyampaikan bantahan atas tuduhan-tuduhan Bezos tersebut. "Ini merupakan hal yang terjadi antara dua pihak, kami tidak ada kaitannya dengan hal itu," tegas Al-Jubeir dalam wawancara dengan program CBS 'Face the Nation. Al-Jubeir menjawab pertanyaan soal apakah pemerintah Saudi terlibat dalam laporan National Enquirer soal skandal perselingkuhan Bezos. "Bagi saya itu terdengar seperti opera sabun," imbuhnya dalam wawancara yang ditayangkan Minggu (10/2) waktu AS. Ditegaskan Al-Jubeir bahwa dirinya tidak mengetahui keterkaitan antara pemerintah Saudi dengan penerbit AMI maupun CEO-nya, David Pecker.

Dalam pernyataan tanggapan pada Jumat (8/2) lalu, penerbit AMI menyatakan laporan soal Bezos telah mematuhi hukum. Pada Minggu (10/2) waktu setempat, pengacara yang mewakili CEO penerbit AMI menyangkal tuduhan pemerasan yang dilontarkan Bezos. Ditegaskan sang pengacara bahwa laporan soal skandal perselingkuhan Bezos didapatkan dari seorang sumber 'yang bisa dipercaya'. "Itu jelas bukan pemerasan," tegas Elkan Abramowizt yang mewakili Pecker kepada acara televisi ABC 'This Week'.

"Apa yang terjadi adalah kisah itu diberikan kepada National Enquirer oleh seorang sumber yang bisa dipercaya yang telah memberikan informasi kepada National Enquirer selama tujuh tahun sebelum kisah itu (diterbitkan). Itu merupakan sumber yang dikenal baik oleh Bezos maupun Sanchez," imbuhnya.

Saat ditanya lebih lanjut siapa sumber yang dimaksud, Abramowitz enggan menyebutkan. "Saya bisa beritahu Anda itu bukan Arab Saudi, bukan Presiden Trump, bukan Roger Stone. Tapi saya tidak bisa memberitahu Anda siapa sumbernya," ucapnya. (nvc/bag) tinggi Saudi, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam pembunuhan itu. (The Guardian/AFP/Detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments