Sabtu, 07 Des 2019

Bom Bunuh Diri di Afghanistan, 50 Orang Tewas

Kamis, 22 November 2018 12:07 WIB
SIB/Rtr
Seorang pria dipapah untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami lukaluka akibat ledakan bom yang mengguncang acara keagamaan di satu aula pernikahan di Kabul, Afghanistan, Rabu (21/11).
Afghanistan (SIB) -Peristiwa bom bunuh diri terjadi di Kabul, Afghanistan. Ada 50 orang tewas dan sekitar 80 orang luka akibat insiden tersebut. Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish mengatakan, teror tersebut berlangsung ketika para ulama berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ledakkan bom ini juga menewaskan tiga pejabat pemerintahan.

"Seorang pembom bunuh diri meledakkan bomnya di dalam aula pernikahan tempat para ulama Islam berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad," kata Danish, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/11). Hingga saat ini belum diketahui apakah ada yang bertanggung jawab atas ledakan itu. Aparat keamanan dan petugas kesehatan sudah menangani peristiwa tersebut.

Ini adalah salah satu serangan paling mematikan di Kabul dalam beberapa bulan terakhir. Belum ada yang mengklaim dalang di balik ledakan itu. Namun, Kelompok ISIS di Afghanistan dan Taliban telah melakukan serangkaian serangan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, Taliban membantah keterlibatan dan mengutuk serangan itu. Sekitar 1.000 orang dikatakan berada di lokasi kejadian pada saat ledakan.

Juru bicara kepolisian Kabul, Basir Mujahid menyebut pelaku bom bunuh diri awalnya memasuki aula tersebut dan tanpa basa-basi pelaku tersebut langsung meledakkan dirinya di ruangan tersebut. Bom diledakkan ketika para ulama sedang membaca al-quran.

"Ratusan ulama Islam dan pengikut mereka telah berkumpul untuk membaca ayat-ayat dari Al-Qur'an untuk mengikuti Maulid Nabi di ruang aula," kata juru bicara polisi Kabul, Basir Mujahid. Hingga saat ini polisi masih menyisir lokasi teror bom bunuh diri tersebut. (Detikcom/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments