Minggu, 26 Mei 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Bocorkan Dokumen Rahasia, Tindakan Snowden “Bahayakan” Tentara AS

Bocorkan Dokumen Rahasia, Tindakan Snowden “Bahayakan” Tentara AS

* Direktur FBI Nilai Snowden Tak Pantas Disebut Whistleblower
Sabtu, 11 Januari 2014 12:12 WIB
Washington (SIB)- Pencurian 1,7 juta dokumen rahasia oleh kontraktor intelijen Edward Snowden berpotensi menempatkan pasukan militer Amerika Serikat di seluruh dunia dalam bahaya yang "mematikan", kata anggota kongres Amerika Serikat, Kamis, mengutip laporan rahasia Pentagon.

Departemen Pertahanan menyiapkan dan mengirimkan kepada para anggota kongres terkemuka dokumen rahasia yang menganalisis dampak potensial dari pengungkapan dokumen rahasia itu oleh mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA). Laporan itu sendiri tidak diumumkan ke publik.

Snowden telah mengungkapkan rincian operasi pengumpulan intelijen Amerika Serikat, tetapi anggota kongres memperingatkan bahwa di antara dokumen yang diambil Snowden terdapat sejumlah besar data militer rahasia. "Laporan ini mengkonfirmasikan ketakutan terbesar saya --aksi nyata dari pengkhianatan Snowden yang menempatkan prajurit militer Amerika Serikat dalam risiko yang lebih besar," kata Ketua Komite Intelijen Mike Rogers dalam sebuah pernyataan bersama dengan tokoh Komite Demokrat Dutch Ruppersberger.

Snowden dan pendukungnya berpendapat bahwa pengungkapan tentang rincian program pengawasan rahasia Amerika Serikat pada sejumlah besar telepon dan data internet hampir setiap warga Amerika Serikat adalah sebuah misi untuk membela kebebasan sipil.

Pengungkapan itu telah memicu perdebatan monumental di Amerika Serikat atas keseimbangan antara kebebasan pribadi dan upaya memerangi terorisme, tetapi juga telah memicu keributan dengan  Washington terkait pengungkapan jika NSA telah menyadap telepon genggam para pemimpin dunia termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel.

Sementara media global telah memusatkan perhatian pada cara pengumpulan data intelijen, anggota kongres bersikeras bahwa banyak dokumen yang diambil oleh Snowden mengandung rincian operasi militer "penting" yang dapat menyebabkan "kerugian yang sulit diperbaiki" jika mereka didapat oleh musuh Amerika Serikat.

"Snowden menyerahkan kepada teroris salinan rahasia negara kita dan sekarang kita membayar harganya," kata Ruppersberger. "Kami mulai melihat teroris telah mengubah metode mereka karena pengungkapan ini dan laporan ini menunjukkan kerugian bagi negara kita dan warga negara hanya bisa bertahan."

Reaksi para anggota kongres terhadap laporan itu muncul bertepatan dengan pertemuan Presiden Barack Obama dengan kongres, termasuk kritik terhadap operasi pengawasan NSA, untuk membahas peluang reformasi program itu.

Sementara Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey menyatakan pembocor intelijen Amerika Serikat (AS) Edward Snowden tidak pantas disebut sebagai whistleblower ataupun pahlawan. Comey mengaku bingung mengapa banyak pihak yang memberinya julukan semacam itu.

Comey menegaskan, dirinya tidak sepakat dengan seruan media AS, New York Times dan media Inggris, The Guardian yang mengusulkan pengampunan bagi Snowden. Bagi Comey, apa yang dilakukan Snowden dengan membocorkan dokumen rahasia justru jelas-jelas menentang negaranya sendiri.

"Saya melihat bahwa pemerintah bertindak seperti yang diinginkan para pendiri negara ini. Jadi saya memiliki masalah menyematkan sebutan whistleblower untuk... seseorang yang pada dasarnya tidak sepakat dengan cara pemerintah kami berdiri dan beroperasi," ucap Comey kepada wartawan seperti dilansir AFP, Jumat (10/1).

Aksi pembocoran yang dilakukan Snowden memicu ketegangan hubungan antara AS dengan negara lain, termasuk negara sekutunya seperti Jerman. Kini, Snowden tengah berada di Moskow, Rusia setelah mendapat suaka politik dari negara tersebut.

Di sisi lain, aparat dan pengadilan AS terus memburu Snowden yang telah dijerat pasal pidana berdasarkan Undang-undang Spionase. Namun Comey tidak menyebutkan secara detail bukti-bukti apa yang telah didapat oleh pihaknya untuk melawan Snowden yang pernah bekerja untuk Badan Keamanan Nasional (NSA) ini.

"Whistleblower sangat penting. Saya berusaha untuk memahami bagaimana Anda bisa menerapkan sebutan pahlawan whistleblower terhadap informasi semacam itu, jadi itu membingungkan saya," ujar Comey. Otoritas AS telah melakukan penyelidikan dan evaluasi atas operasi penyadapan dan spionase yang dilakukan intelijen AS. Baru-baru ini, pengadilan federal AS menyatakan penyadapan tersebut tidak melanggar hukum.

Parlemen Eropa Akan Undang Snowden
Para anggota Parlemen Eropa setuju untuk mengundang Edward Snowden, karyawan kontrak intelijen Amerika yang kini menjadi buronan, untuk memberikan kesaksian tentang program pengawasan Washington. Menurut rencana Snowden akan memberikan kesaksian melalui konferensi video. Snowden, yang mendapatkan suaka di Rusia sejak Agustus lalu, diburu aparat penegak hukum Amerika setelah membongkar kegiatan pengumpulan data intelijen oleh Badan Keamanan Nasional, NSA.

Parlemen Eropa belum memutuskan jadwal rapat jarak jauh dengan Snowden ini tetapi para anggota parlemen sudah berkoordinasi dengan Snowden. Berdasarkan data-data yang dibocorkan Snowden ke media, pemerintah Amerika dengan bantuan badan-badan intelijen Inggris dan beberapa negara lain, melakukan pengawasan lalu lintas telepon dan internet dalam skala global.

Badan-badan intelijen tersebut juga dituduh menyadap telepon beberapa pemimpin dunia, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel. Menanggapi tuduhan ini Washington mengatakan tidak sedang memantau telepon Merkel dan tidak akan melakukannya di masa mendatang. Tetapi para pejabat Amerika tidak bersedia mengklarifikasi apakah penyadapan terhadap Merkel pernah dilakukan di masa lalu. (Ant/AFP/Detikcom)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments