Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Berfoto di Depan Gereja Pegang Alkitab, Trump Dikecam Pemuka Agama AS

Berfoto di Depan Gereja Pegang Alkitab, Trump Dikecam Pemuka Agama AS

Kamis, 04 Juni 2020 17:15 WIB
AP/Patrick Semansky

Presiden Donald Trump dikecam oleh para pemimpin agama di AS setelah berpose di depan Gereja Apiskopal St. John sambil mengacungkan Alkitab di tangan. 

Washington (SIB)
Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka terhadap Presiden AS Donald Trump yang berfoto di depan satu gereja di Washington dengan memegang Alkitab. Terlebih sesi foto tersebut dilakukan setelah aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran damai kasus George Floyd dari daerah sekitar.

"Itu traumatis dan sangat ofensif, dalam arti bahwa sesuatu yang sakral disalahgunakan untuk isyarat politik," cetus Uskup Episkopal Washington Mariann Budde di stasiun radio publik NPR, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/6).

Budde mengatakan “Trump, yang para pendukungnya termasuk banyak orang Kristen evangelis itu, menggunakan kekuatan simbolis kitab suci kita, memegangnya di tangannya seolah-olah itu adalah pembenaran posisi dan otoritasnya."

Gereja Episkopal St John terletak di seberang Lafayette Park, yang menghadap Gedung Putih dan telah menjadi pusat aksi protes di Washington sejak beberapa hari terakhir. Gereja bersejarah itu dirusak dengan coretan dan rusak dalam kebakaran selama aksi demonstrasi pada Minggu (31/5) malam waktu setempat.

Pada Senin (1/6), para pengunjuk rasa berdemonstrasi di sana dengan damai ketika aparat penegak hukum termasuk polisi militer menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka -- membuka jalan bagi Trump untuk berjalan kaki dari Gedung Putih ke gereja tersebut untuk foto-foto.

Aksi protes damai itu disiarkan televisi, dan publik bereaksi geram ketika melihat aparat melepaskan gas air mata ke para demonstran damai. "Protes pada saat itu sepenuhnya damai," kata Budde. "Sama sekali tidak ada pembenaran untuk ini," imbuhnya.

Ratusan ribu orang telah menunjukkan kemarahan mereka lewat aksi-aksi demo sejak kematian George Floyd pada 25 Mei, seorang pria Afrika-Amerika berusia 46 tahun yang dibunuh oleh polisi di Minneapolis.

Aksi-aksi demo itu sebagian besar berlangsung damai, namun beberapa berubah menjadi kerusuhan massal yang diwarnai penjarahan. Para pemimpin Episkopal lainnya mengecam kunjungan Trump ke gereja Episkopal St John sebagai hal "memalukan dan menjijikkan secara moral." "Hanya dengan memegang tinggi-tinggi Alkitab yang belum dibuka, dia mengklaim mendapat dukungan Kristen dan menyiratkan bahwa itu termasuk Gereja Episkopal," kata para uskup dari New England dalam pernyataan. (AFP/detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments