Kamis, 12 Des 2019

Bentrok Antar-Suku di India Tewaskan 17 Orang

Kamis, 09 Januari 2014 21:56 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Guwahati  (SIB) - Bentrokan antar-suku di negara bagian Assam, India timurlaut, menewaskan 17 orang dan memaksa ribuan lagi melarikan diri, kata pejabat pada Rabu.

Sekitar 4.000 orang mengungsi di kampung darurat sejak pertempuran meletus pada Desember di distrik Karbi Anglong, sekitar 320 kilometer dari kota utama Guwahati, kata juru bicara polisi.

Kekerasan terkini suku Karbi dengan Rengma Naga menyangkut penyerobotan tanah, menyebabkan penduduk desa ditembak dari jarak dekat dan mayat korban dibuang ke daerah hutan, kata pejabat kepada AFP.

“Sebagian besar penduduk meninggalkan rumah-rumah mereka karena khawatir setelah bentrokan keras antara dua suku itu yang berlangsung dalam 14 hari belakangan ini,” kata menteri sumber air pemerintah Rajib Lochan Pegu kepada AFP.

Pasukan tambahan tentara, polisi dan paramiliter telah dikerahkan untuk mencegah bentrokan lebih jauh, kata Pegu yang mengawasi operasi keamanan dan pertolongan di distrik itu.

Pemberontak anggota Harimau Pembebasan Rakyat Karbi menyerang satu desa Rengma Naga pada akhir Desember, menewaskan tujuh penduduk, kata para perwira polisi.

Dalam serangan balasan, anggota Dewan Sosialis Nasional Nagaland, yang beranggotakan anggota suku Rengma Naga, menewaskan 10 warga desa Karbi.

Mayat korban ditemukan di daerah hutan terpencil dekat Dimapur, kota komersial dekat negara bagian Nagaland , kata seorang perwira polisi.

“Semua korban terlebih dulu diculik, tangan mereka diikat dan mata ditutup dan kemudian ditembak dari jarak dekat dengan senapan-senapan otomatis,” kata V.Z Angami, kepala kepolisian Dimapur kepada AFP.

“Ada ancaman dan ancaman balik di daerah itu, yang membuat penduduk khawatir dan melarikan diri dari desa,” kata perwira polisi setempat A. Das.

India timurlaut, yang terhubung dengan daerah lain negara itu oleh jembatan tanah yang sempit telah puluhan tahun dilanda kerusuhan antara kelompok suku dan pemberontak.

Wilayah itu adalah tempat tinggal belasan kelompok suku dan tentara gerilyawan yang melawan pemerintah New delhi. Banyak berperang bagi tanah air terpisah  bagi suku-suku mereka, dan mereka sering bersaing.

Menteri itu menyalahkan kekerasan terbaru tersebut pada usaha satu kelompok suku untuk menguasai tanah yang dikuasai pihak lain.

Ia mengatakan, “Kami telah melakukan segala usaha untuk mencegah meletusnya bentrokan etnik di daerah itu.”(Antara/AFP/w)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments