Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Ayah dan Anak Tewas Dianiaya Polisi Picu Protes Besar di India

Ayah dan Anak Tewas Dianiaya Polisi Picu Protes Besar di India

Selasa, 30 Juni 2020 16:47 WIB
Foto: AFP

Massa dalam jumlah besar ikut mengiringi persemayaman jenazah J. Jayaraj dan Bennicks Immanuel di Tamil Nadu, India selatan. 

Sathankulam (SIB)
Sepasang ayah dan anak yang tewas sebagai tahanan di Negara Bagian Tamil Nadu, memicu protes besar-besaran di seluruh India. Rakyat Negeri "Bollywood" menuding polisi sebagai pelaku di balik tewasnya J Jayaraj (58) dan Beniks Immanuel (31). Pihak keluarga menyebut ada luka di dubur korban, dan tanda-tanda penyiksaan lainnya.

Ketua Menteri Negara Bagian Tamil Nadu Edappadi Palaniswami mengatakan, kasus ini telah dilimpahkan ke Biro Investigasi Pusat (CBI) untuk diselidiki. Dilansir dari media India NDTV pada Minggu (28/6), ayah dan anak itu diduga disiksa oleh polisi sebelum dijebloskan ke penjara. Penyebab penahanan adalah jam operasional toko mereka melebihi waktu yang diizinkan selama lockdown virus corona. "Pemerintah telah memutuskan kasus ini diselidiki CBI. Kami akan menyerahkan kasus tersebut kepada CBI dengan izin dari Pengadilan Tinggi Madras." "Kami akan melakukan ini dalam persidangan berikutnya. Saat ini Pengadilan Tinggi Madras sedang memeriksanya sendiri," kata Palaniswami dikutip dari NDTV.

Istri Jayaraj mengirim surat ke pejabat pemerintah negara bagian, yang berisi keterangan suami serta anaknya jadi korban penyiksaan dalam tahanan polisi. Dia menuntut pelaku dihukum seperti yang terjadi di kasus George Floyd.

Palaniswani dan wakilnya Ottakarathevar Panneerselvam dalam pernyataan menyebutkan, kematian itu "sangat disayangkan" dan berjanji keadilan akan ditegakkan dalam kasus ini. Partai oposisi Dravida Munnetra Kazhagam (DMK) menyatakan, mereka akan meminta hasil pemeriksaan CBI di pengadilan, jika pemerintah negara bagian tidak menyelidikinya dengan benar. Pernyataan itu disampaikan oleh ketua partai, Muthuvel Karunanidhi Stalin, pada Sabtu (27/6).

Sementara itu aktor sekaligus politisi Kamal Haasan mengecam Ketua Menteri dan pemerintahannya atas kasus ini, dengan menyebut mereka "terdakwa utama". Dia termasuk di antara banyak orang yang menyerang pemerintah. Tagar #JusticeforJayarajandBennix banyak digunakan di media sosial, termasuk di kalangan selebriti dan politisi.

Jayaraj dan Beniks dibekuk polisi pada Jumat (19/6) karena melanggar aturan lockdown. Keterangan itu tercantum di laporan polisi, atau yang disebut FIR (First Information Report) di India. Laporan itu dibuat oleh polisi di Kota Sathankulam. Beniks tewas pada Senin (22/6) setelah mengeluh sesak napas, dan Jayaraj mengembuskan napas terakhir keesokan harinya.

Penyebab kematiannya diumumkan Palaniswami pada Rabu (24/6). Sebanyak empat polisi termasuk dua sub-inspektur dan satu inspektur telah dibekukan statusnya oleh pemerintah negara bagian. Pihak keluarga menuding ada luka di dubur dan menunjukkan tanda-tanda lain yang diduga akibat penyiksaan, seperti bulu dada yang dicabut paksa. Mereka menuntut para polisi yang terlibat kasus ini dijerat dengan pasal pembunuhan.

Sementara itu Jayaraj dan putranya didakwa dengan intimidasi kriminal dan melecehkan polisi secara verbal. FIR menuliskan nama putra Jayaraj sebagai Pennis, dan keluarga meluruskan bahwa namanya adalah Beniks. Namun dokumen di Pengadilan Tinggi Madras menuliskan namanya jadi Bennicks.

Demo besar-besaran lalu terjadi di Tuticorin. Mereka melakukan aksi mogok massal dengan menutup toko-toko di distrik-distrik dan wilayah Tamil Nadu lainnya pada Jumat (26/6). Pihak keluarga awalnya menolak menerima jenazah Jayaraj dan Beniks setelah diotopsi. Mereka baru menerima jenazah keesokan harinya dengan harapan mendapat keadilan dan jaminan yang dijanjikan para pihak berwenang. (AFP/NDTV/kps/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments