Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Arab Saudi Buka Opsi Serang Iran, Militan Houthi Ancam Serang UEA

Arab Saudi Buka Opsi Serang Iran, Militan Houthi Ancam Serang UEA

* Pemimpin Tertinggi Iran Diduga Izinkan Serangan ke Kilang Minyak Saudi
admin Jumat, 20 September 2019 18:58 WIB
SIB/Dailymail
Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Rabu (18/9), menunjukkan serpihan rudal penjelajah dan drone yang diamankan dari kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais yang jadi lokasi serangan. Serpihan itu menunjukkan Iran bertanggung jawab atas serangan itu.
Muenchen (SIB) -Duta Besar Arab Saudi untuk Jerman Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan negaranya tidak mengesampingkan opsi apa pun untuk menanggapi serangan ke dua fasilitas milik Aramco. Kilang minyak dan pabrik pengolahan minyak mentah Arab Saudi di serang drone pada Minggu (15/9).

Pangeran Faisal kepada radio Deutsch landfuck mengatakan belum diketahui dari mana serangan berasal. Tapi, ia meyakini Iran dalang dari serangan tersebut. Saat ditanya apakah pembalasan militer masih dipertimbangkan dia mengatakan "Semuanya ada di atas meja (masih memungkinkan)."

Pangeran Faisal mengatakan respons negaranya atas serangan itu juga tergantung dengan sikap masyarakat internasional. Ia mengatakan situasinya dapat semakin tegang bila Iran tidak dapat diyakinkan 'sesuatu yang seperti ini tidak dapat diterima'.

Kementerian pertahanan Arab Saudi mengumumkan puing-puing pesawat nirawak atau drone membuktikan keterlibatan Iran dalam serangan pada dua fasilitas minyak Pemerintah Saudi, Aramco. Saudi menyebut, 18 drone dan tujuh rudal jelajah ditembakkan dari arah yang bukan Yaman sebagai sumbernya, seperti yang diakui Houthi.

Bukti-bukti tersebut dipresentasikan pada konferensi pers Kementerian Pertahanan Saudi. Bukti menunjukkan puing-puing drone (UAV). Juru bicara kementerian pertahanan Kolonel Turki al-Malki mengatakan, bukti menunjukkan serangan itu diluncurkan dari utara dan tidak diragukan lagi disponsori oleh Iran. Namun, Kolonel Malki mengatakan Saudi masih bekerja untuk mengetahui dengan tepat titik peluncuran. Di antara puing-puing adalah sayap delta dari UAV Iran (kendaraan udara nirawak).

Sementara itu pemberontak Houthi yang disokong Iran di Yaman mengancam akan menyerang puluhan sasaran di Uni Emirat Arab, termasuk Dubai dan Abu Dhabi. "Kami mengumumkan bahwa kami memiliki lusinan target di UEA, di antaranya Abu Dhabi dan Dubai, dan mereka dapat menjadi target kapan saja," kata juru bicara militer Houthi, Brigadir Yahya Saree.

UEA adalah bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi dalam memerangi Houthi di Yaman. Konflik yang telah berlangsung selama lima tahun itu tak kunjung selesai, dan bahkan telah menghancurkan negara tersebut.

"Jika Anda menginginkan perdamaian dan keamanan fasilitas Anda, dan menara dari kaca yang tidak dapat menahan satu pesawat tak berawak, maka segera tinggalkan Yaman," kata juru bicara Houthi dikutip AFP, Kamis (19/9).

Houthi sebelumnya pernah membuat ancaman terhadap UEA, namun Uni Emirat tidak menanggapi. Pekan ini mereka mengaku berada di balik serangan drone yang menghancurkan kilang minyak terbesar dunia di Arab Saudi. Namun Washington dan Riyadh menolak klaim tersebut dan menuding Iran sebagai pelaku serangan.

Houthi mengaku menggempur puluhan sasaran di Arab Saudi. Mereka menyatakan serangan itu telah memperlihatkan lemahnya pertahanan kerajaan Saudi terhadap drone, meskipun mengeluarkan anggaran militer yang sangat besar.

Sementara itu media AS, CBS News, melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei disebutkan menyetujui serangan ke kilang minyak Arab Saudi Aramco. Kabar itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut serangan itu merupakan "aksi perang".

CBS News yang mengutip pejabat AS melaporkan, Khamenei hanya menyetujui serangan selama tak melibatkan mereka secara langsung. Bukti paling tak terbantahkan adalah citra satelit yang memperlihatkan pergerakan pasukan Garda Revolusi Iran untuk melakukan serangan di Pangkalan Udara Ahvaz. Kebenaran laporan itu baru dipastikan setelahnya. "Kami benar-benar lengah dengan temuan ini," ujar sumber itu. Media Iran sudah memberi tahu melalui surat kepada kedutaan Swiss bahwa mereka membantah serangan itu, dan mengancam akan merespons segala tindakan kepada mereka. (CNNI/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments