Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Anggota Parlemen Hong Kong pro-China Ditikam Usai Diberi Karangan Bunga

Anggota Parlemen Hong Kong pro-China Ditikam Usai Diberi Karangan Bunga

redaksi Kamis, 07 November 2019 20:08 WIB
news.okezone.com
Ilustrasi

Hong Kong (SIB)
Seorang anggota parlemen Hong Kong yang dikenal pro-China, diserang oleh seorang pria bersenjata pisau. Akibat serangan pisau ini, sang anggota parlemen mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit setempat. Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (6/11), anggota parlemen bernama Junius Ho dan asistennya, bersama si pelaku penikaman, dilarikan ke rumah sakit setempat.

Ketiganya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Rabu (6/11) pagi waktu setempat.


Penyerangan ini terekam kamera amatir yang videonya diunggah secara online. Dalam video itu terlihat momen saat seorang pria yang membawa karangan bunga mendekati Ho saat dia sedang berkampanye di wilayah konstituennya di Tuen Mun, sebuah kota di pinggiran Hong Kong dekat perbatasan China.


Pria yang berpura-pura sebagai pendukung Ho itu memberikan karangan bunga kepadanya lalu meminta untuk foto bersama. Namun tiba-tiba dia mengeluarkan pisau dari tasnya dan menikam Ho di bagian dada. Ho dan asistennya dengan cepat melumpuhkan pria itu, yang bisa terdengar berteriak dalam bahasa Kanton: "Junius Ho, Anda sampah!"


Dituturkan seorang sumber kepolisian kepada AFP bahwa Ho mengalami luka tusukan di bagian dada sebelah kiri. Anggota parlemen berusia 57 tahun itu dalam kondisi sadar saat dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Pelaku penusukan telah ditangkap. Kepolisian setempat tidak menyebut identitas pelaku penikaman. Motif di balik aksi penyerangan ini juga tidak diketahui pasti.


Namun diketahui bahwa Ho dikenal terang-terangan menentang unjuk rasa anti-pemerintah yang marak di Hong Kong. Bahkan pada Juli lalu, Ho terekam kamera sedang tertawa dan berjabat tangan dengan sejumlah orang yang dicurigai sebagai anggota geng triad yang menyerang demonstran Hong Kong.


Gara-gara video itu, sosok Ho disebut sudah dikenal oleh para demonstran antipemerintah di Hong Kong. Serangan terhadap Ho ini terjadi saat unjuk rasa antipemerintah, yang terkadang berujung bentrokan, masih marak sejak dimulai sekitar lima bulan lalu. Unjuk rasa terbaru direncanakan akan digelar di sejumlah universitas di Hong Kong pada Rabu (6/11) waktu setempat. Sebelumnya pada Selasa (5/11) kemarin, polisi Hong Kong menembakkan meriam air untuk membubarkan demonstran.


Dalam penegasannya, Partai Komunis China menyatakan tidak akan mentoleransi setiap 'perilaku separatis' apapun di Hong Kong, setelah beberapa demonstran menyerukan kemerdekaan dari China. Unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang awalnya menentang rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke daratan China, kini meluas menjadi gerakan antipemerintah yang menuntut reformasi.


Pencabutan RUU ekstradisi tidak mampu menghentikan unjuk rasa, yang beberapa waktu terakhir seringkali berujung bentrokan sengit. Situasi politik di Hong Kong dinilai menjadi tantangan terbesar Presiden China, Xi Jinping, yang menjabat tahun 2012 lalu.

Para demonstran Hong Kong menuntut diakhirinya hal yang mereka pandang sebagai upaya campur tangan China dalam urusan internal Hong Kong, juga menuntut hak pilih universal dan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi terhadap demonstran.


Pemerintah pusat China telah membantah campur tangan dalam urusan internal Hong Kong dan menyalahkan kekuatan asing sebagai pemicu kerusuhan di kota berstatus Wilayah Administrasi Khusus tersebut. (AFP/detikcom/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments