Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Amankan Kunjungan Pejabat China, Hong Kong Turunkan Ribuan Polisi

Amankan Kunjungan Pejabat China, Hong Kong Turunkan Ribuan Polisi

Kamis, 19 Mei 2016 14:02 WIB
Hong Kong (SIB)- Ribuan polisi dikerahkan di penjuru Hong Kong, Rabu (18/5), saat seorang pejabat tinggi China, Zhang Dejiang, tiba menghadiri konferensi ekonomi. Pengamanan itu terjadi di tengah tingginya ketegangan akibat kuatnya tuntutan akan otonomi yang lebih besar di Hong Kong, bahkan terkait kemerdekaan.

Media lokal yang dikutip Reuters melaporkan, Hong Kong menurunkan 6.000 polisi berseragam maupun berpakaian preman. Mereka bertugas menjaga keamanan, terutama dari kelompok demonstran pro-demokrasi yang berhadapan dengan massa pro-Beijing. Situasi kisruh ini adalah tantangan politik terbesar yang dihadapi Hong Kong sejak dikembalikan ke China oleh Inggris pada 1997.

Pada Rabu, massa pemrotes menyerukan agar pemimpin Hong Kong Leung Chun-ying untuk mundur. Sementara demonstran lainnya membawa spanduk hitam menuntut dihentikannya kepemimpinan diktator dan mendesak China "berhenti mencampuri urusan Hong Kong." Leung adalah pemimpin Hong Kong yang ditunjuk Beijing. Massa pro-demokrasi sebelumnya pada 2014 mendesak China memberikan kebebasan bagi mereka untuk memilih sendiri pemimpin dari kalangan warga.

Sekelompok kecil demonstran terlihat membakar potret Zhang, yang merupakan orang paling kuat ketiga di pemerintahan China, sembari berteriak: "Zhang Dejiang segera angkat kaki dari Hong Kong." Mereka juga mendesak dibebaskannya tahanan politik Hong Kong. Beberapa terlihat membawa payung kuning, simbol demonstran yang menduduki jalanan Hong Kong pada 2014 dan berakhir bentrok dengan polisi.

Aksi protes ini mendapatkan perlawanan dari massa pro-Beijing dan kedua kubu saling menghujat, tidak jauh dari gedung konferensi tempat Zhang pidato. Sebuah kelompok pro-Beijing membawa spanduk besar bertuliskan: "Tolak upaya memecah belah Hong Kong."

Dalam perjanjian dengan Inggris pada 1997, China setuju untuk mempertahankan sistem demokrasi di Hong Kong dan tidak akan memberangus kebebasan berekspresi warga. Kesepakatan ini berlaku hingga 50 tahun setelah Hong Kong diserahkan ke China. Namun warga Hong Kong merasa China mulai mempengaruhi kehidupan mereka, salah satunya soal penunjukan pemimpin yang pro-Beijing.

Zhang adalah pemimpin China pertama yang menyambangi Hong Kong sejak tahun 2014. KTT ekonomi yang dihadirinya bertemakan "Satu Sabuk, Satu Jalan", yaitu soal rencana pembangunan jalur sutra yang menghubungkan China dengan Asia Tengah dan Eropa.

Zhang dalam pernyataannya mengatakan akan mendengarkan aspirasi masyarakat Hong Kong. "Saya akan mendengarkan saran dan tuntutan masyarakat dari semua sektor tentang bagaimana negara ini dan Hong Kong seharusnya berkembang," kata Zhang di bandara setibanya di Hong Kong. Para pengamat mengatakan bahwa salah satu prioritas utama kedatangan Zhang adalah membangun hubungan dengan politisi demokrat yang lebih moderat demi menurunkan tensi ketegangan di Hong Kong.

Para pemuda di Hong Kong pada 2014 menggelar aksi turun ke jalan, mendesak demokrasi penuh kepada China berupa kebebasan memilih pemimpin mereka sendiri. Hingga saat ini, pemimpin Hong Kong adalah orang-orang yang ditunjuk oleh Partai Komunis China.

Joshua Wong, aktivis muda yang mencuat namanya dalam aksi tersebut tidak mengendurkan tuntutan dan mendirikan partai politik baru bernama Demosisto tahun ini. Hawa ketegangan juga masih santer terlihat dalam kunjungan Zhang. Reuters melaporkan spanduk bertuliskan "hak pilih universal sejati" tergantung di puncak-puncak bukit pada Selasa pagi.

Kementerian Luar Negeri China menegaskan, upaya demokrasi atau bahkan kemerdekaan dari China malah akan merugikan Hong Kong. Pasalnya, Hong Kong sangat bergantung dengan China dari segi ekonomi dan juga dalam pemenuhan kebutuhan pangan, air dan listrik, menjadikan kemerdekaan sangat mustahil dalam praktiknya.

"Banyak rakyat Hong Kong punya pekerjaan yang berhubungan dengan China daratan. Jika tidak ada lagi hubungan ekonomi, maka dari mana pekerjaannya? Pengangguran akan bertambah," kata Holden Chow, wakil ketua partai DAP, partai politik pro-Beijing terbesar di Hong Kong. (CNN Indonesia/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments