Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • ASEAN Tolak Klaim China, Dua Kapal Induk AS Latihan di LCS

ASEAN Tolak Klaim China, Dua Kapal Induk AS Latihan di LCS

Selasa, 30 Juni 2020 16:53 WIB
Foto: AFP/MC2 NATHAN LAIRD

Dua kapal induk AS menggelar latihan bersama di Laut China Selatan. 

Jakarta (SIB)
Dua kapal induk Amerika Serikat memulai latihan bersama di Laut China Selatan (LCS) sehari setelah 10 pemimpin negara ASEAN menolak klaim historis China atas perairan tersebut. Angkatan Laut AS menyatakan Carrier Strike Groups yang terdiri dari kapal induk USS Nimitz dan USS Ronald Reagan memulai latihan tersebut untuk meningkatkan komitmen responsif, fleksibel, dan konsisten AS terhadap kesepakatan pertahanan timbal balik dengan sekutu dan mitra di Indo-Pasifik.

Latihan tersebut juga digelar tepat seminggu setelah USS Nimitz dan kapal militer AS lainnya, USS Theodore Roosevelt, melakukan operasi bersama di perairan tersebut.

Dikutip Japan Times, sangat jarang melihat tiga kapal induk AS beroperasi dalam satu waktu bersamaan di kawasan barat Pasifik. Selama ini, AS juga tidak pernah melakukan latihan militer dua kali berturut-turut dalam jangka waktu yang berdekatan.

"Kami secara agresif mencari setiap peluang untuk memajukan dan memperkuat kemampuan dan kecakapan kami dalam melakukan semua operasi perang domain," ucap Komandan Carrier Strike Group 5, Laksamana Muda George Wikoff pada Minggu (28/6).

Wikoff menuturkan operasi duo kapal induk ini menunjukkan komitmen AS terhadap para sekutu di kawasan Asia Tenggara untuk "secara cepat memerangi dan menghadapi semua pihak yang menentang norma internasional" di kawasan.

Pernyataan Wikoff itu datang menyusul agresivitas China yang terus meningkat sejak awal tahun demi memperkuat klaimnya di Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, hingga Brunei.

China terus mengerahkan ratusan kapal ikan dan patrolinya ke Laut China Selatan hingga sempat menimbulkan friksi dengan beberapa negara seperti Vietnam, Malaysia, hingga Indonesia di awal tahun ini setelah puluhan kapal ikan Tiongkok menerobos ZEE di perairan Natuna.

Meski Indonesia mengaku tidak memiliki sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan, aktivitas kapal ikan dan kapal patroli China di ZEE Indonesia di dekat perairan Natuna semakin mengkhawatirkan Jakarta. AS bukan negara bersengketa di Laut China Selatan. Namun, AS selama ini berulang kali mengecam klaim historis Tiongkok di perairan yang dinilainya sebagai wilayah internasional.

AS pun mendukung negara ASEAN untuk menolak klaim China atas perairan yang menjadi jalur perdagangan internasional tersebut. Negeri Paman Sam kerap melakukan operasi dan latihan demi menjaga asas kebebasan bernavigasi di perairan internasional tersebut.

Sehari sebelum USS Nimitz dan USS Ronald Reegan memulai latihan di Laut China Selatan, 10 negara ASEAN menyatakan bahwa menolak klaim China atas Laut China Selatan yang melanggar Konvensi Hukum Kelautan Internasional PBB (UNCLOS) 1982.

ASEAN menekankan semua pihak harus mendasari klaim atas kedaulatan di wilayah itu berdasarkan UNCLOS 1982. "Kami menegaskan kembali bahwa UNCLOS 1982 adalah dasar untuk menentukan hak maritim, hak berdaulat, yurisdiksi, dan kepentingan sah atas zona maritim," ujar pernyataan bersama 10 negara ASEAN pada Sabtu (26/6) usai menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. (CNNI/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments