Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • AS Resmi Tinggalkan Pakta Nuklir Era Perang Dingin dengan Rusia

AS Resmi Tinggalkan Pakta Nuklir Era Perang Dingin dengan Rusia

admin Minggu, 04 Agustus 2019 16:47 WIB
AFP
Inilah rudal jelajah 9M729 milik Rusia yang menjadi pemicu Amerika Serikat secara resmi, Jumat (2/9) menarik diri dari pakta rudal nuklir era Perang Dingin yang pernah disepakati dengan Rusia. Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) tersebut ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.
Bangkok (SIB) -Amerika Serikat secara resmi, Jumat (2/9) menarik diri dari pakta rudal nuklir era Perang Dingin yang pernah disepakati dengan Rusia. Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Perjanjian itu membatasi penggunaan rudal jarak menengah, baik konvensional maupun nuklir, yang mampu menempuh jarak 500 hingga 5.500 kilometer.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan penarikan resmi Washington dalam pernyataan di forum regional di Bangkok, beberapa menit setelah Rusia menyatakan bahwa perjanjian itu telah "mati". "Rusia bertanggung jawab penuh atas berakhirnya perjanjian itu," kata Pompeo.

Sesaat sebelum pengumuman Pompeo, kementerian luar negeri Rusia di Moskow menyatakan bahwa kesepakatan itu berakhir atas prakarsa AS. Namun, wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Ryabkov juga mendesak AS untuk memberlakukan moratorium penempatan rudal nuklir jarak menengah setelah meninggalkan INF.

Washington telah lama menuding Rusia mengembangkan rudal jenis baru, 9M729, yang disebut melanggar perjanjian. Pernyataan tersebut diklaim turut didukung NATO. Rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 1.500 kilometer menurut NATO meskipun Moskow mengatakan bahwa rudal itu hanya dapat menempuh jarak 480 kilometer.

Gedung Putih memulai prosedur penarikan diri dari INF selama enam bulan untuk meninggalkan perjanjian awal tahun ini. Washington mengatakan, pakta itu memberi kesempatan negara-negara lain, yakni China, untuk mengembangkan rudal jarak jauh dan menuduh Rusia melakukan pelanggaran secara berulang.

Pompeo pun mengatakan bahwa AS sedang mencari perjanjian baru pengendalian senjata yang melebihi perjanjian bilateralnya dengan Rusia dan menyerukan agar Beijing turut dilibatkan dalam diskusi. "AS menyerukan Rusia dan China untuk bergabung dengan kami dalam kesempatan ini untuk memberikan hasil keamanan nyata kepada negara-negara kami dan seluruh dunia," kata Pompeo.

Kesepakatan INF merupakan satu dari dua kesepakatan senjata utama antara Rusia dan AS, yang membatasi pembuatan senjata oleh kedua negara sehingga pada akhirnya akan mencegah terjadinya perlombaan persenjataan. Perjanjian lain, yakni New START, mengatur persenjataan nuklir kedua negara untuk tetap berada jauh di bawah puncak saat Perang Dingin.

Kesepakatan itu berakhir pada 2021 dan ada sedikit keinginan dari AS dan Rusia untuk memperbaruinya. China telah menolak ajakan AS untuk bergabung dengan perjanjian yang diperbarui di masa depan.

Bakal Percepat Pengembangan Rudal Balistik
Sementara itu, AS menyatakan bakal mempercepat pengembangan rudal balistik setelah mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir dengan Rusia. Pernyataan itu diucapkan Menteri Pertahanan Mark Esper yang menuduh Rusia sudah berulang kali melakukan pelanggaran Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Dilansir AFP Jumat (2/8), Esper mengklaim mereka telah memulai pengembangan sistem rudal balistik dan rudal penjelajah konvensional, mobile, dan bisa diluncurkan dari darat. Dalam keterangan resmi yang dirilis, Esper menjelaskan pengembangan rudal yang mereka lakukan baru tahap awal karena "mematuhi" perjanjian nuklir. "Kini setelah mundur, Kementerian Pertahanan akan mempercepat proses pengembangan rudal yang diluncurkan di darat sebagai tanggapan bijaksana atas aksi Rusia," kata Esper.

Dia melanjutkan Pentagon bakal bekerja sama dengan sekutu mereka untuk mengedepankan Strategi Pertahanan Nasional demi melindungi keamanan dan membangun kemampuan mitra. Moskow mengungkapkan AS sudah membuat "kesalahan serius" ketika mengumumkan keluar dari INF, dan menyebut keluarnya itu atas inisiatif Washington sendiri.

AS memutuskan keluar dri INF setelah mempermasalahkan 9M729, rudal penjelajah yang disebut sudah melanggar aturan dalam perjanjian berusia 30 tahun itu. Aturan paling utama dalam perjanjian yang diteken pada 1987 itu adalah kedua negara dilarang mengembangkan rudal dengan jangkauan 500-5.500 km. (Rtr/AFP/kps/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments