Sabtu, 07 Des 2019

AS Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Kelompok Teroris

* Presiden Iran: AS Pemimpin Terorisme Dunia, Sembunyikan Pemimpin ISIS
admin Rabu, 10 April 2019 14:08 WIB
AFP
Anggota pasukan Garda Revolusi Iran berbaris saat mengikuti perayaan 40 tahun revolusi Iran pada 11 Februari 2019 lalu. Pemerintah AS, Selasa (9/4) mengumumkan memasukkan pasukan elit militer Iran tersebut ke dalam daftar kelompok teroris.
Washington (SIB) -Pemerintah Amerika Serikat memasukkan pasukan elite Iran, Garda Revolusi (IRGC), ke dalam daftar kelompok teroris. Ini adalah pertama kalinya AS menyematkan predikat itu terhadap institusi Iran, yang merupakan bagian dari pemerintah yang diakui. "Langkah yang dimotori oleh Kementerian Luar Negeri menyatakan Iran bukan hanya mendukung, tetapi Garda Revolusi turut aktif terlibat dalam mendanai dan mengusung terorisme sebagai bagian dari perangkat negara," kata Presiden AS, Donald Trump, saat menyampaikan pengumuman, seperti dilansir Associated Press, Selasa (9/4).

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, menyatakan langkah itu diambil untuk meningkatkan tekanan kepada Iran dengan cara mengisolasi dan mengalihkan sejumlah sumber uang yang tadinya diklaim digunakan membiayai kegiatan terorisme di kawasan Timur Tengah. Di samping itu, AS juga ingin supaya Iran tidak terus-terusan menggoyang stabilitas kawasan. Pompeo mengklaim bukti-bukti aksi terorisme Iran ditarik jauh hingga dekade 1980-an. Yakni ketika terjadi serangan terhadap barak Korps Marinir AS di Beirut, Libanon pada 1983. Melabeli Garda Revolusi sebagai organisasi teroris membuat AS dapat menerapkan sanksi lanjutan, khususnya pada sektor bisnis mengingat keterlibatan korps tersebut dalam ekonomi Iran.

Iran langsung membalas pengumuman tersebut dengan mendeklarasikan pasukan AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris. Presiden Iran Hassan Rouhani juga menyebut Amerika Serikat adalah pemimpin terorisme dunia sebenarnya. "Siapa Anda sehingga melabeli institusi revolusi sebagai teroris?" kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4). Rouhani membela Garda Revolusi sebagai pasukan yang telah memerangi terorisme sejak terbentuk pada tahun 1979.

Pemimpin Iran itu pun menuding pasukan AS selalu terlibat, langsung atau tidak langsung dengan kelompok-kelompok teroris atau aksi-aksi terorisme. "Anda ingin menggunakan kelompok-kelompok teroris sebagai alat melawan negara-negara di wilayah ... Anda pemimpin terorisme dunia," cetus Rouhani dalam seremoni di Teheran untuk memperingati Hari Teknologi Nuklir Iran. "Siapa yang menyebarkan dan mendorong terorisme di dunia saat ini? Siapa yang ingin menggunakan ISIS sebagai alat?" tanya Rouhani seraya mengatakan AS melindungi para pemimpin kelompok teroris itu. "Bahkan sekarang Amerika menyembunyikan pemimpin-pemimpin ISIS, bahkan sekarang mereka tidak siap untuk mengatakan kepada pemerintahan regional di mana pemimpin-pemimpin ISIS bersembunyi," tutur Rouhani.

Untuk mendukung tuduhannya, Rouhani menyinggung jatuhnya pesawat Iran Air Flight 655 pada Juli 1988 akibat rudal-rudal yang ditembakkan dari kapal Angkatan Laut AS, USS Vincennes. "Anda telah melakukan segalanya yang bisa dibayangkan. Pasukan mana yang menembak jatuh pesawat sipil kami di perairan Teluk Persia?" katanya seraya menambahkan bahwa itu bertujuan mengintimidasi Iran.

Arab Saudi Puji AS
Sementara itu, Arab Saudi memuji dan menyambut baik langkah Amerika Serikat (AS) menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris. Diketahui bahwa selama ini Saudi dan Iran selalu bersitegang. "Keputusan AS (mengikuti) tuntutan berulang Kerajaan (Saudi) terhadap komunitas internasional untuk mengatasi isu terorisme yang didukung Iran," kata sumber Kementerian Luar Negeri seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Selasa (9/4).

Sumber Kementerian Luar Negeri Saudi itu menyebut langkah AS sebagai 'langkah praktis dan serius' dalam membatasi campur tangan Iran di kawasan Timur Tengah. Langkah AS yang diumumkan pada Senin (8/4) waktu setempat itu menandai momen pertama AS melabeli militer negara lain sebagai kelompok teroris. Penetapan itu secara efektif berarti, siapa saja yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran bisa terancam dipenjara di AS.

Dengan melabeli Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris, maka AS bisa menerapkan sanksi lanjutan, khususnya terhadap sektor bisnis mengingat keterlibatan Garda Revolusi dalam perekonomian Iran. Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump menyebut Garda Revolusi Iran yang memiliki sekitar 125 ribu personel ini sebagai 'sarana utama' bagi Iran 'dalam mengarahkan dan menerapkan kampanye teroris globalnya'.

Hubungan Saudi yang didominasi Sunni dan Iran yang didominasi Syiah telah sejak lama tegang. Kedua negara selalu berada di dua kubu berbeda dalam sejumlah konflik yang pecah di Timur Tengah. Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran sejak tahun 2016 lalu. Hal itu dilakukan untuk memprotes aksi penyerbuan misi diplomatik Saudi oleh demonstran Iran yang marah atas eksekusi mati seorang ulama Syiah terkemuka di Saudi. (AP/CNNI/AFP/Detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments