Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • AS Akan Ambil Tindakan Terkait Tewasnya 2 Demonstran di Venezuela

AS Akan Ambil Tindakan Terkait Tewasnya 2 Demonstran di Venezuela

* Nicolas Maduro Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kolombia
admin Senin, 25 Februari 2019 17:04 WIB
SIB/AFP
Personel militer Venezuela berupaya menghalau demonstran pendukung oposisi di perbatasan dengan Kolombia, Sabtu (23/2). AS akan mengambil tindakan menyusul tewasnya 2 demonstran dalam bentrok dengan tentara Venezuela di perbatasan.
CUCUTA (SIB)-Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Amerika akan mengambil tindakan atas kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap para demonstran di Venezuela. Dua orang dikabarkan tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka dalam bentrokan antara orang-orang yang berupaya membawa bantuan kemanusiaan ke Venezuela dari negara tetangga dengan pasukan militer yang setia kepada Presiden Nicolas Maduro. Bentrokan itu terjadi di Negara Bagian Bolivar di tenggara Venezuela, pada Sabtu (23/2), satu hari setelah Maduro memerintahkan militer menutup perbatasan.

"AS akan mengambil tindakan terhadap mereka yang menentang pemulihan demokrasi secara damai di Venezuela," tulis Pompeo dalam akun Twitter-nya, Seperti dilansir dari AFP, Minggu (24/2).

"Sekarang adalah saatnya untuk bertindak dalam mendukung kebutuhan rakyat Venezuela yang putus asa," lanjutnya. "Kami berpihak pada solidaritas bersama mereka yang melanjutkan perjuangan mereka untuk kebebasan. #EstamosUnidosVE."

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Venezuela telah mengumumkan penutupan total untuk perbatasan negaranya dengan Kolombia, langkah yang dilakukan demi mencegah masuknya bantuan asing, yang disebut Maduro sebagai awal invasi militer AS.

Maduro juga telah memerintahkan kepada para diplomatnya di Bogota untuk pulang ke Caracas. Keputusan penutupan perbatasan itu menyusul langkah pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guiado yang nekat menyeberang ke kota Cucuta di perbatasan Kolombia.

Ketua Majelis Nasional yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela itu bergabung dengan ribuan orang dalam upaya mendesak masuknya bantuan kemanusiaan. Di Cucuta, Guaido bergabung bersama Presiden Kolombia Ivan Duque, Presiden Chile Sebastian Pinera, dan orang nomor satu Paraguay Mario Abdo. Dia mengatakan akan menghadiri pertemuan dengan 5 negara di Bogota pada hari Senin (25/2) dengan Wakil Presiden AS Mike Pence.

"Hari ini dunia melihat dalam hitungan menit, dalam hitungan jam, wajah terburuk kediktatoran Venezuela. Kami melihat seorang pria yang tidak merasakan sakit bagi rakyat Venezuela-nya, yang memesan pembakaran makanan yang diperlukan untuk orang-orang yang kelaparan," kata Guaido.

Sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan Caracas untuk tidak mempergunakan senjata mematikan terhadap para demonstran.

Putuskan Hubungan Diplomatik
Sementara itu, presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan bahwa ia telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia. Keputusan ini diambil setelah Kolombia mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido dalam upayanya membawa bantuan kemanusiaan ke negara itu. "Saya telah memutuskan semua hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintah fasis Kolombia," kata Maduro dalam aksi pawai besar-besaran para pendukungnya di ibu kota Caracas, seperti dikutip dari AFP, Minggu (24/2). Dia memberi waktu 24 jam bagi diplomat Kolombia untuk meninggalkan negara itu. "Keluar dari sini, oligarki!" dia berkata.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, satu truk dalam konvoi yang berusaha membawa bantuan kemanusiaan ke Venezuela dari Kolombia terbakar. Belum diketahui penyebab truk tersebut terbakar dan apakah ada korban jiwa. Meski satu truk terbakar, kerumunan orang tetap mengeluarkan kotak-kotak persediaan logistik dari truk yang lain.

Sebelumnya bantuan logistik untuk kemanusiaan datang dari AS. Satu pesawat yang membawa pasokan bantuan makanan dan medis dari AS untuk Venezuela dikabarkan telah mendarat di Pulau Curacao, Karibia, pada Kamis (21/2).

Bantuan tersebut didatangkan atas permintaan Guaido yang mengklaim dirinya sebagai presiden sementara, bulan lalu. Guaido menyebut sukarelawan Venezuela akan membawa bantuan tersebut melewati perbatasan pada tanggal 23 Februari.

Bantuan itu tetap dikirimkan ke Venezuela meski Presiden Maduro berkeras akan memblokir bantuan-bantuan tersebut. Apalagi Maduro juga telah menutup sejumlah perbatasan dengan negara tetangga, seperti Brasil. (AFP/kps/Rtr/BBCI/CNNI/c)
T#gs AS Akan Ambil Tindakan Terkait Tewasnya 2 Demonstran di Venezuela
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments