Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • 900 Gadis-Wanita Peru Hilang, Dikhawatirkan Mati Sejak Pandemi Corona

900 Gadis-Wanita Peru Hilang, Dikhawatirkan Mati Sejak Pandemi Corona

Rabu, 29 Juli 2020 19:48 WIB
Pexels/@Anna Nandhu Kumar

Ilustrasi virus corona, covid-19. 

Peru (SIB)
Sebanyak 900 gadis dan wanita di Peru hilang secara mengejutkan. Mereka dikhawatirkan mati di Peru sejak wabah Corona (Covid-19) dimulai.

Negara pegunungan Andes yang berpenduduk 33 juta orang itu telah lama memiliki masalah kekerasan dalam rumah tangga yang mengerikan.

Menurut ketua kantor hak asasi perempuan Nasional di Ombudsman, Eliana Revollar menjelaskan bahwa Covid-19, yang telah membuat orang tetap tinggal di rumah dikombinasikan dengan masalah kehilangan pekerjaan dan krisis kesehatan, telah mengubah situasi yang sudah menakutkan menjadi semakin memburuk hanya dalam waktu tiga setengah bulan.

Dia menambahkan, 70 persen dari angka itu adalah anak di bawah umur. "Selama karantina, dari 16 Maret hingga 30 Juni, 915 perempuan di Peru dilaporkan hilang, dan dikhawatirkan mati," kata Revollar.

Sebelum COVID-19, lima perempuan dilaporkan hilang di Peru setiap hari; sejak lockdown, jumlahnya telah melonjak hingga delapan per hari.

Revollar mengatakan situasi Peru suram karena kurangnya registrasi orang hilang nasional. Hal ini membuat pihak berwenang sulit melacak masalah ini.

Ombudsman Peru, Walter Gutierrez mengatakan kepada RPS Radio: "Kita perlu tahu apa yang terjadi pada mereka."
Revollar mengatakan dia akan mendorong pembuatan daftar orang hilang.

Namun kelompok hak asasi perempuan dan LSM mengatakan bahwa seringkali polisi menolak untuk menyelidiki kekerasan dalam rumah tangga, mengolok-olok korban, atau mengklaim bahwa orang hilang telah meninggalkan rumah mereka dengan sukarela.

Namun mereka tidak membahas fakta bahwa Peru memiliki masalah dengan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan lainnya terhadap perempuan, serta perdagangan manusia dan pelacuran paksa.

Pada bulan Januari, kasus seorang mahasiswa dan aktivis untuk hak dan keselamatan wanita, Solsiret Rodriguez, menjadi berita utama di Peru - tetapi hanya ketika tubuhnya ditemukan tiga tahun setelah dia hilang.

Tahun lalu ada 166 pembunuhan wanita di Peru; hanya sepersepuluh dari mereka yang merupakan kasus seseorang pertama kali dilaporkan hilang. Menurut Kementerian Wanita hanya ada kurang dari 30.000 aduan.

Sejauh ini kasus Corona di Peru lebih dari 84.000 kasus 18.229 kematian akibat kasus. Peru adalah negara yang paling terpukul ketiga di Amerika Latin di belakang Brasil dan Meksiko. (detikcom/d)

T#gs Gadis-Wanita Peru Hilangpandemi Corona
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments