Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • 80 Persen Warga Israel Nilai Perundingan Damai dengan Palestina Akan Gagal

80 Persen Warga Israel Nilai Perundingan Damai dengan Palestina Akan Gagal

Sabtu, 11 Januari 2014 11:53 WIB
Yerusalem (SIB)- Sebagian besar atau sekitar 80 persen warga Israel menilai bahwa perundingan antara Israel dan Palestina yang ditengahi Amerika Serikat akan gagal dalam menghasilkan kesepakatan damai, kata sebuah hasil survei yang dipublikasikan pada Jumat.

Dalam survei tersebut, sekitar 80 persen dari 507 responden, yang merupakan warga Israel keturunan Yahudi dan Arab, menyampaikan pendapat kepada surat kabar Maariv bahwa mereka yakin pembicaraan antara Israel-AS-Palestina untuk upaya damai tidak akan berhasil.

Survei itu dilakukan seminggu setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang memulai kembali perundingan damai pada Juli 2013 setelah sempat tertunda selama tiga tahun.

Kerry mendorong kedua belah pihak, Israel dan Palestina, untuk dapat menyetujui kerangka kerja untuk status akhir perundingan.

Survei pada surat kabar Maariv itu menunjukkan bahwa 73 persen responden menolak penarikan total pasukan Israel dari wilayah Tepi Barat, dalam perjanjian damai apapun.

Para pemimpin Israel dan Palestina pun tampaknya semakin berselisih paham terkait dengan tuntutan dari masing-masing pihak, termasuk mengenai perbatasan wilayah negara Palestina di masa depan dan kehadiran militer Israel di Lembah Jordan.

Pemerintah Israel sendiri bersikeras bahwa tentara Israel harus tetap hadir di perbatasan Jordania di wilayah Tepi Barat dalam jangka panjang untuk menjamin keamanan negara Yahudi itu.

Namun, pihak Palestina pun bersikeras bahwa tentara Israel harus pergi dan memberi jalan bagi pasukan militer internasional.

Sementara itu, sebuah jajak pendapat terpisah yang dilakukan  oleh kelompok pro-pemerintah Israel pun menyatakan bahwa 70 persen dari 500 responden Yahudi menolak penarikan tentara Israel dari Lembah Yordan.

Bahkan, 53 persen dari responden dalam jajak pendapat tersebut berpendapat, Menlu AS Kerry sebenarnya tidak tulus ataupun "jujur" dalam usahanya melaksanakan perundingan untuk perdamaian.

"Opini publik itu mencerminkan warga Israel yang lelah, sedih dan skeptis setelah melihat puluhan mediator dan utusan Amerika datang ke sini selama bertahun-tahun dan pergi dengan tangan kosong," tulis surat kabar Maariv. (Ant/AFP/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments