Sabtu, 19 Sep 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Zelensky Tolak Pengunduran Diri PM Ukraina, Ingin Beri Kesempatan Kedua

Zelensky Tolak Pengunduran Diri PM Ukraina, Ingin Beri Kesempatan Kedua

redaksisib Minggu, 19 Januari 2020 21:49 WIB
Ukrainian Presidential Press Office via AP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) saat bertemu dengan PM Ukraina, Oleksiy Honcharuk
Kiev (SIB)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menolak pengunduran diri yang diajukan Perdana Menteri (PM) Oleksiy Honcharuk. Zelensky menyatakan ingin memberikan 'kesempatan kedua' pada Honcharuk yang didesak mundur setelah ketahuan berkomentar menghina dirinya. Honcharuk menyerahkan surat pengunduran diri kepada Zelensky pada Jumat (17/1) waktu setempat. Dia mengundurkan diri setelah bocornya satu rekaman audio ke publik yang berisi suaranya saat berkomentar merendahkan Zelensky.

Dalam rekaman audio itu, Honcharuk menyebut Zelensky memiliki 'pemahaman primitif' soal perekonomian. Hal ini memicu kecaman dari oposisi yang mendesak Honcharuk mundur dari jabatannya. Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/1), Zelensky menolak pengunduran diri Honcharuk saat bertemu dengannya pada Jumat (17/1) waktu setempat. "Saya memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua kepada Anda dan pemerintahan Anda," ucap Zelenksy dalam pertemuan dengan Honcharuk, seperti terlihat dalam video yang dirilis kepresidenan Ukraina.

Ini menandai ujian politik besar yang pertama bagi Zelenksy, yang dikenal sebagai komedian tanpa pengalaman politik, yang memenangkan pilpres tahun lalu. Partai yang menaungi Zelensky, Partai Pelayan Rakyat, memenangkan dominasi besar dalam parlemen Ukraina.

Di masa kepresidenannya, Zelensky terseret dalam proses pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menghadapi perundingan sulit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, namun sejauh ini berhasil menghindari masalah politik domestik yang signifikan.

Rekaman audio yang bocor ke publik via media sosial itu, datang dari rapat informal antara jajaran menteri dan pejabat senior dari Bank Nasional Ukraina pada Desember tahun lalu. Menurut laporan media lokal, pejabat yang hadir dalam rapat itu membahas soal cara menjelaskan situasi perekonomian terbaru pada Zelensky. Dalam video yang dirilis kepresidenan Ukraina, Zelensky tidak membahas secara langsung soal rekaman audio yang bocor maupun soal komentar Honcharuk soal dirinya. Namun dia menyinggung soal 'skandal' dan 'situasi sangat tidak menyenangkan'.

Kepada Honcharuk, Zelensky mendorongnya untuk 'meningkatkan kerja sama dengan parlemen dan untuk mengoptimalkan gaji pejabat pemerintahan'. Diketahui bahwa pembayaran bonus besar untuk para pejabat pemerintahan Ukraina telah memicu skandal dalam beberapa pekan terakhir di Ukraina, yang merupakan salah satu negara miskin di Eropa. Masih dalam video tersebut, Honcharuk berterima kasih kepada Zelensky untuk kepercayaan pada diri dan pemerintahannya. Dia juga mengakui adanya 'kekurangan dalam kinerja' pemerintahannya. (AFP/dtc/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments