Selasa, 07 Apr 2020

    Batu Permata Berusia 4,4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia

    Selasa, 25 Februari 2014 17:05 WIB
    Wisconsin (SIB)- Batu permata tertua yang pernah ada di dunia ditemukan terkubur di sebuah lahan peternakan domba di Australia. Batu permata jenis kristal zircon ini ditaksir berusia 4,4 miliar tahun. Para peneliti di Amerika Serikat menggunakan dua teknik berbeda untuk mencari tahu usia batu permata ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa lapisan permukaan Bumi terbentuk segera setelah planet ini terbentuk. Batu permata kecil ini merupakan bagian dari sisa-sisa permukaan bumi yang pertama terbentuk tersebut.

    Demikian seperti disampaikan para peneliti dalam Journal Nature Geoscience dan dilansir Sydney Morning Herald, Senin (24/2). Profesor ilmu bumi dari University of Wisconsin, John Valley yang memimpin penelitian ini menuturkan, temuan ini menunjukkan bahwa permukaan Bumi pada awal mula tidak sekeras yang dibayangkan oleh para peneliti selama ini.

    Untuk menentukan usia kristal zircon ini, para peneliti awalnya menggunakan teknik penanggalan yang didasarkan pada peluruhan radioaktif uranium hingga mendapat sampel mineral. Namun karena beberapa peneliti menyimpulkan bahwa teknik ini bisa saja salah karena adanya pergerakan atom dengan kristal sepanjang waktu, maka kemudian digunakannya metode kedua untuk memastikan teknik pertama tersebut. Para peneliti ini menggunakan teknik yang dikenal sebagai atom-probe tomography yang mampu mengidentifikasi atom di dalam kristal dan menentukan jumlah massanya. Hasilnya, dipastikan bahwa batu permata kristal zircon ini berusia 4,4 miliar tahun.

    Sebagai bayangan mengenai usia batu permata tersebut, bisa dilihat dari masa terbentuknya bumi, yakni sekitar 4,5 miliar tahun lalu dari sebuah bola batu cair. Ini berarti, lapisan permukaan bumi baru terbentuk setelah itu, atau sekitar 100 juta tahun kemudian. Usia kristal ini ini juga menunjukkan bahwa lapisan permukaan Bumi, di mana terdapat kristal ini di dalamnya, baru muncul sekitar 160 juta tahun setelah terbentuknya tata surya.

    Kristal zircon ini ditemukan pada tahun 2001 lalu di sebuah bukit bebatuan di wilayah Jack Hills, Australia, sekitar 800 km dari Perth. Ukuran kristal ini sangat amat kecil. Hasil penelitian terhadap kristal ini baru diumumkan pada Minggu (23/2) kemarin oleh tim peneliti. "Zircon bisa saja berukuran besar dan sangat cantik. Tapi yang kami teliti berukuran kecil dan cenderung tidak menarik kecuali bagi para ahli geologi. Jika Anda memegangnya di telapak tangan, Anda harus memiliki penglihatan yang baik untuk bisa melihatnya tanpa kaca pembesar," terang Professor Valley. (SMH/dtc/x)
    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments