Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Wisatawan Kagumi Keunikan Budaya Ternate

Minggu, 20 April 2014 22:54 WIB
Ternate (SIB)- Wisatawan mancanegara mengagumi keunikan seni budaya Ternate, termasuk dari daerah lainnya di Maluku Utara (Malut), baik tarian maupun ritual adat yang ditampilkan pada Festival Legu Gam di daerah itu.

"Wisman mengaku sangat mengagumi keunikan budaya Ternate, termasuk dari daerah lainnya di Malut, karena nuansa tradisional sangat menonjol dan tidak ada kemiripannya dengan budaya di daerah lain di Indonesia," kata Ketua Panitia Festival Legu Gam 2014, Nita Budi Susanti di Ternate, Kamis.

Festival Legu Gam yang digelar selama dua minggu, 13-26 April 2014 untuk memeriahkan ulang tahun ke-79 Sultan Ternate Mudhafar Sjah tersebut, merupakan kegiatan tahunan Kesultanan Ternate dan telah masuk dalam kalender wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Nita Budi Susanti yang juga permaisuri Sultan Ternate itu menjelaskan, salah satu budaya yang telah ditampilkan pada Festival Legu Gam dan dinilai sangat unik oleh wisatawan mancanegara adalah ritual adat mengelilingi Pulau Ternate dengan membawa obor.

Ritual adat yang menandai dimulainya Festival Legu Gam tersebut melibatkan ratusan peserta yang terdiri dari perangkat adat Kesultanan Ternate dan masyarakat umum, termasuk wisatawan mengambil star di Kedaton Kesultanan Ternate sekitar pukul 20:00 WIT dan berakhir di tempat semula pada subuh hari dengan jarak perjalanan 40 kilometer lebih.

Menurut Nita Budi Susanti, budaya lainnya yang juga dinilai unik oleh para wisatawan mancanegara tersebut adalah berbagai jenis tarian yang ditampilkan pada pembukaan Festival Legu Gam, karena setiap gerakan dalam tarian itu, termasuk alat musik yang mengiringinya dinilai sarat dengan pesan sosial dan nuansa magis.

Masih banyak lagi kegiatan budaya yang akan ditampilkan selama pelaksanaan Festival Legu Gam, diperkirakan akan menarik bagi wisatawan, di antaranya penampilan busana adat Malut yang melibatkan ratusan remaja dengan cara berjalan kaki sepanjang tiga kilometer.

Selain itu, kata Nita Budi Susanti, kegiatan yang juga sangat menarik adalah ekspedisi Kie Raha, yakni mengunjungi empat kesultanan di Malut yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan menggunakan armada laut untuk melihat lebih dekat serta mengetahui lebih banyak mengenai keberadaan keempat kesultanan itu. (Ant/f)



T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments