Sabtu, 16 Nov 2019

Upaya Penyelamatan Cagar Budaya Saat Bencana Sangat Minim

Minggu, 26 Januari 2014 21:47 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Upaya penyelamatan cagar budaya saat terjadi bencana masih sangat minim. Akibatnya, banyak cagar budaya yang rusak atau terabaikan saat terjadi bencana. Hal ini, misalnya, terjadi saat Candi Borobudur terkena abu letusan Gunung Merapi, banjir yang menggenangi situs Batujaya di Karawang, atau gempa yang merusak Candi Prambanan.

Pengajar pada Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Daud Tanudirjo, Kamis (23/1), mengatakan, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco) telah memiliki panduan terkait Manajemen Bencana untuk Benda Cagar Budaya.

Namun, di Indonesia manajemen bencana itu belum banyak diterapkan karena pengelola cagar budaya belum paham akan pentingnya manajemen bencana tersebut.

Kesadaran tentang manajemen bencana pada cagar budaya, kata Daud, mulai muncul ketika terjadi bencana besar yang beruntun, seperti tsunami Aceh, gempa besar di Yogyakarta dan Padang. Namun, hingga sekarang belum ada perumusan secara detail pelaksanaan manajemen bencana untuk kawasan cagar budaya.

“Panduan dari UNESCO bersifat umum dan belum disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Harusnya, pemerintah segera mendorong untuk penerapan manajemen risiko tersebut,” kata Daud.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, Indonesia masih lemah soal manajemen bencana untuk benda cagar budaya. Menurut Wiendu, ketiadaan manajemen bencana di Indonesia pernah dibahas secara khusus oleh UNESCO.

“Dalam sidang UNESCO di Rusia, beberapa waktu lalu, negara-negara anggota memandang Indonesia seharusnya menjadi pusat pengetahuan dan sumber daya manusia bagi pelestarian cagar budaya di daerah bencana,” ungkap Wiendu.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan dokumen untuk pembentukan Pusat Manajemen Pusaka dan Kesiapan terhadap Bencana Alam. Pembekalan terhadap para tenaga ahli dalam persoalan ini sangat diperlukan. (Kps/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments