Sabtu, 04 Apr 2020

Tiga Tradisi Tato Ini Berasal dari Suku Asli Indonesia

Redaksisib Sabtu, 07 Maret 2020 14:23 WIB
sukumentawai.org

orang suku mentawai sudah lama mengenal tato 

Tato telah sejak lama dikenal di berbagai belahan dunia seperti Amerika Latin dan Afrika. Namun di Indonesia ternyata tato juga digunakan oleh beberapa suku tertentu.

Meski kerap diidentikkan dengan kejahatan, atau pelaku kriminal, namun tato oleh sebagian orang dianggap sebagai seni. Berikut ulasan mengenai beberapa suku di Indonesia yang memiliki tradisi mentato tubuhnya.

Suku Moi
Suku yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat ini juga dikenal sebagai suku yang akrab dengan tato. Bahkan, seni rajah Suku Moi konon telah dimulai sejak zaman neolitikum. Dilansir dari situs boombastis.com, motif khas tato Suku Moi ialah geometris dan garis-garis melingkar disertai dengan titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal.
Mereka suka mentato tubuhnya di bagian dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung. Namun, di zaman modern ini kebanyakan generasi muda Suku Moi sudah meninggalkan seni rajah tubuh ini karena dianggap kuno.

Suku Dayak
Salah satu suku tertua di dunia ini juga memiliki tradisi mentato tubuhnya. Terdapat lima suku Dayak yang mengenal seni rajah tubuh ini yakni Suku Dayak Iban, Suku Dayak Tunjung, Suku Dayak Daratan, Suku Dayak Kenyah dan Suku Dayak Kayan.
Bagi orang Suku Dayak, tato ialah ritual tradisional yang memiliki kaitan dengan peribadatan maupun kesenian.
Tato juga lazim digunakan sebagai penanda status sosial dan identitas kelompok. Mereka juga meyakini jika tato dapat menangkal pengaruh jahat dan sekaligus sebagai tameng keselamatan diri.
Adapun motif tato pria Dayak biasanya melambangkan kejantanan, keberhasilan dalam perang dan identitas kesukuan. Dengan tubuh bertato, bagi seorang pria Dayak merupakan suatu kebanggaan. Sementara bagi wanita, hal itu dianggap sebagai sarana mempercantik diri.

Suku Mentawai
Orang Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat memiliki tradisi mentato tubuhnya dengan berbagai motif khusus. Pentatoan tubuh itu dikenal dengan istilah “Titi” dan orang yang mahir membuat tato disebut dengan “Sipatiti” atau “Sipaniti.”
Motif tato dari Suku Mentawai rata-rata berbentuk batu, hewan, tumbuhan, busur, panas, mata kail, duri rotan, tempat sagu maupun binatang ternak.
Konon, tato Suku Mentawai ini bahkan merupakan seni rajah tubuh tertua di dunia dan lebih tua dari tato dari Mesir. Namun, seni rajah tubuh Suku Mentawai belakangan ini kian langka ditemui seiring masuknya ajaran agama dan pendidikan di wilayah tersebut.
Meski demikian seni tato Suku Mentawai masih dapat ditemui di Desa Madobak, Ugai dan Matotonan. Ketiga desa tersebut berlokasi di hulu Sungai Siberut Selatan, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. (Okz/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments