Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Lembaran Budaya
  • Sultan Sepuh Usulkan Semua Benda Cagar Budaya Indonesia Dikembalikan Termasuk Bendera Cirebon

Sultan Sepuh Usulkan Semua Benda Cagar Budaya Indonesia Dikembalikan Termasuk Bendera Cirebon

redaksisib Sabtu, 21 Maret 2020 11:52 WIB
whatsapp

Bendera Cirebon. 

Dikembalikannya keris Pangeran Diponegoro (Naga Siluman) ke Tanah Air oleh Kerajaan Belanda disambut berbagai kalangan, termasuk oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Bahkan FSKN yang diwakili Ketua Umumnya, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengapresiasi pemulangan keris Naga Siluman tersebut.

"Alhamdulillah Keris Pangeran Diponegoro sudah dikembalikan oleh Raja Belanda di sela-sela kunjungannya ke Indonesia. Tentu momen ini kita sambut gembira, terlebih dalam sambutannya, Raja Belanda telah meminta maaf kepada bangsa Indonesia karena dimasa lalu menjajah Indonesia. Ini yang harus kita hargai dan apresiasi," ujar Sulan Sepuh, Rabu (11/3).

Pada kesempatan itu, Sultan Sepuh mengusulkan kepada Raja Belanda, tidak hanya keris Pangeran Diponegoro yang dikembalikan, tetapi semua pusaka-pusaka Keraton Se- Nusantara dan semua dokumen serta naskah-naskah kuno, dan benda cagar budaya lainnya.

"Semuanya harus dikembalikan ke Indonesia sebagai implementasi permohonan maaf beliau ke pemerintah dan rakyat Indonesia," tambahnya.

Sultan Sepuh menyebutkan salah pusaka dan benda cagar budaya milik Keraton Kasepuhan (Cirebon) adalah Bendera Cirebon (Panji Cirebon). Menurut Sultan Sepuh, Bendera Cirebon (Panji) yang asli ada di Belanda, sedangkan duplikatnya ada di Museum Textile Jakarta.

"Bendera tersebut diperkirakan usianya sekitar 500 tahun, dan bendera tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Cirebon," katanya.

Sultan Sepuh mengakui pihaknya sudah mencontoh duplikat Bendera Cirebon yang ada di Musuem Textile. "Namun hingga saat ini belum ada upaya atau langkah lain yang dilakukan untuk mengembalikan bendera kebanggaan masyarakat Cirebon tersebut," tambahnya.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Eddy Sunarto menyebutkan, pihaknya akan berkirim surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, agar dilakukan upaya-upaya pengembalian benda cagar budaya lainnya, termasuk Panji atau Bendera Cirebon.

"Saya sebelumnya sudah bertemu dan ngobrol dengan Sultan Sepuh XIV soal benda-benda cagar budaya milik keraton Nusantara, termasuk keraton yang ada di Cirebon. Untuk bendera atau panji Cirebon, saya akan berkirim surat ke Kemendikbud agar segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Menurut Eddy, pengembalian Bendera atau Panji Cirebon tersebut perlu ditelusuri lebih jauh dan kajian, terutama sumber tertulisnya, apakah Bendera Cirebon tersebut ada di Museum Rotterdam atau tidak.

"Menurut naskah tertulis, bendera atau Panji Cirebon tersebut memiliki daya magis dan sangat diyakini oleh masyarakat Cirebon dan keturunan Walisongo, sehingga keberadaan panji tersebut sangat berarti dan berharga bagi masyarakat Cirebon," terangnya.

Eddy menyebutkan, duplikat bendera atau Panji Cirebon yang disebut Macan Ali tersebut berada di Museum Textile Jakarta, namun ukurannya lebih kecil dari yang asli. "Yang jadi pertanyaan, apakah ukuran Bendera Cirebon atau Panji Macan Ali tersebut ukurannya berapa kali berapa? Apakah duplikatnya berukuran aslinya atau bukan? Itu yang harus ditelusuri termasuk keberadaan Bendera Cirebon yang asli berada dimana? ujarnya.

Eddy pun mengapresiasi Kerajaan Belanda telah melakukan diplomasi budaya dengan Bangsa Indonesia dengan mengembalikan Keris Pangeran Diponegoro (Keris Naga Siluman). "Ini yang harus diapresiasi dan hargai, semoga banyak lagi benda cagar budaya milik bangsa ini dikembalikan ke Rakyat Indonesia," pungkasnya. (galamedianews/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments