Minggu, 25 Agu 2019

Seminar 'Marhata Adat' Digelar Pemkab Tobasa Selama 3 Hari

admin Sabtu, 22 Juni 2019 15:28 WIB
SIB/Eduwart MT Sinaga
BUKA SEMINAR: Bupati Tobasa Darwin Siagian membuka secara resmi seminar 'Marhata Adat' yang dilaksanakan selama 3 hari di Dojo TB Silalahi Center. Acara yang diikuti peserta dari 16 kecamatan ini, dibuka, Kamis (20/6).
Tobasa (SIB) -Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Pariwisata, menggelar seminar " Marhata Adat" selama 3 hari di Dojo TB Silalahi Center, Balige, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Seminar yang berlangsung mulai Kamis (20/6) ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Toba Samosir Darwin Siagian.

Sebelum acara pembukaan, terlebih dahulu dipagelarkan acara tortor Asal Mulani Haminjon oleh Sanggar Seni Bonafide Paroki Santo Yoseph Balige yang diperankan 10 orang pelajar SMA Swasta BTB Balige.

Bupati Tobasa Darwin Siagian mengatakan, adat harusnya bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan, sebab sebagian masyarakat Tobasa adalah perajin ulos sebagai sumber penghasilan keluarga .

Ia juga berharap agar peserta seminar memanfaatkan waktu tanpa mengurangi makna adat Batak.

"Seluruh umpasa adat Batak saling berkaitan satu sama lain, bisa dimaknai bahwa kehidupan orang Batak selalu bekerja bersama-sama, untuk mencapai keberhasilan,"kata Darwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tobasa Audi Murphy O Sitorus, mengatakan seminar ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 20-22 Juni 2019 diikuti 80 orang tokoh- tokoh adat dari 16 kecamatan se-Kabupaten Toba Samosir.
Sebagai narasumber adalah Direktur Sekolah Guru Huria HKBP Seminarium Sipoholon Pdt Demak Simanjuntak MTh, Direktur Pasca Sarjana USU Medan Prof. Robert Sibarani , Direktur Litbang Keuskupan Agung Medan Dr.Togar H. Nainggolan. Sebagai pembanding Monang Naipospos, dan Patuan Raja Bonar Siahaan.

Selanjutnya Kadis Audi Murphy mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana menggali dan melestarikan, kembali budaya adat Batak Toba, sebagai media pembelajaran dan pemahaman serta wadah bagi tokoh adat dan masyarakat untuk dapat menyamakan persepsi umum terkait budaya adat Batak Toba. Juga sekaligus menyalurkan potensi bakat yang dimiliki serta terbentuknya suatu pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya adat Batak Toba.

Murphy juga menyebut akan menggelar praktik pelatihan langsung. Pesta Unjuk (perkawinan) dengan menghadirkan ilustrasi sepasang pengantin dan acara duka cita Batak (meninggal dunia) yaitu Adat Saurmatua dan Sarimatua. (H01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments