Minggu, 25 Agu 2019

Paroldo, Desa Kecil yang Pernah Menjadi Tempat Tinggal Para Penyihir Baik

admin Sabtu, 15 Juni 2019 15:33 WIB
SIB/Silvia Marchetti/ via CNN
Paroldo, desa yang sejak dulu menjadi tempat tinggal para Masche.
Jika pergi ke arah tenggara Torino, Italia, sejauh 80 kilometer, maka Anda akan menemukan satu desa bernama Paroldo. Tak banyak yang dapat dilihat di desa ini, hanya rumah-rumah batu yang telah ditinggalkan, gang-gang berbentuk labirin dari abad pertengahan, hingga kapel yang dihiasi topeng.

Penduduk di desa ini juga cukup sedikit, hanya sekitar 230 orang. Namun, yang unik dari Paroldo adalah ia telah menjadi rumah bagi sekelompok wanita yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.

Selama bertahun-tahun, kelompok wanita yang dideskripsikan oleh warga setempat sebagai "penyihir putih yang baik" ini kerap disebut dengan nama "Masche".

Sejak dulu, Masche diketahui mampu mengatasi penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat. Mereka juga dapat menyembuhkan segala jenis penyakit kulit mulai dari herpes hingga psoriasis.

Romano Salvetti, seorang warga lokal dan pemilik restoran di Paroldo, memiliki hubungan yang menarik dengan para Masche. Ibunya merupakan seorang Masche yang telah menyembuhkan banyak orang.

Kini, Salvetti dikenal sebagai "pemburu penyihir" modern. Namun, niatnya baik. Salvetti ingin melacak keberadaan Masche yang masih hidup, kemudian menyatukan mereka sehingga tradisi lama di Paroldo bisa dilestarikan.

Sejalan dengan misinya, restoran keluarga Salvetti yang sudah berdiri selama 100 tahun pun kerap dijadikan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ingin mendapatkan pengalaman atau mempelajari Masche.

"Masche terakhir yang tinggal di sini adalah Teresina. Dia meninggal di tahun 1930-an. Meski begitu, saya yakin masih banyak Masche lain di Paroldo," ujarnya.

Menurut Salvetti, sulitnya melacak Masche yang masih hidup adalah karena mereka tidak ingin menyebarluaskan kekuatannya kepada banyak orang.

Kemampuan para Masche sendiri didapat dari para leluhur dan diwariskan secara turun temurun pada anggota keluarga perempuan. Sebelum Masche tertua dalam keluarga meninggal, dia harus menurunkan kemampuan menyembuhkannya kepada putrinya atau kepada cucunya.

Ritual penyembuhan Masche terdiri dari nyanyian doa sambil "memotong" udara sebanyak tiga kali menggunakan jari-jarinya. Kemudian mereka membuat bentuk salib dekat tubuh pasien tanpa menyentuh kulit mereka. Gerakan ritual ini berfungsi untuk memutuskan hubungan jahat berbentuk penyakit hasil karya iblis yang tidak dapat disembuhkan dengan obat.

Selain dengan ritual, penyembuhan dapat dilakukan melalui sajian makanan yang dibumbui dengan sihir Masche yang disebut dengan Bagna cauda. Makanan andalan Masche ini terdiri dari bawang putih, minyak zaitun dan teri yang disajikan dalam satu panci keramik.

Jika seorang Masche tidak memiliki keturunan (anak atau cucu) perempuan maka dia harus menyentuh dan menyalurkan kemampuannya kepada suatu benda hidup atau mati. Benda tersebut bisa saja seekor kucing atau bahkan sapu. Hal ini dilakukan agar kekuatan penyembuhan Masche tidak hilang bersamanya ketika meninggal. (Nationalgeographic/q)


Paroldo, desa yang sejak dulu menjadi tempat tinggal para Masche. (Silvia Marchetti/ via CNN)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments