Jumat, 22 Nov 2019

Nilai Luhur Suku Batak Universal dan Teruji Zaman

admin Sabtu, 13 Juli 2019 13:57 WIB
SIB/Dok
CENDERAMATA : Usai Audiensi, Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Asisten Pemum Drs Herlan Panggabean dan Kadis Poraparbud Sudarno SSos bertukar cenderamata dengan pengurus Yayasan Pelestarian Budaya Batak, Jim Siahaan dan jajaran, Kamis (11/7).
Sergai (SIB) -Bupati Serdangbedagai (Sergai) Ir H Soekirman mengisahkan pengalaman pribadinya dengan banyaknya pertanyaan mengenai latar belakang dirinya sebagai suku Jawa, namun mengetahui budaya Batak dengan cukup luas. Apalagi Soekirman fasih berbahasa Batak Toba dan Karo.

Kisah itu diungkapkan bupati saat menerima audiensi Yayasan Pelestarian Budaya Batak Kabupaten Sergai yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Jim Siahaan didampingi Wakil Ketua Manguji Nababan, Sekretaris Umum Tansiswo Siagian dan Wakil Sekretaris Darman Rajagukguk, Kamis (11/7) di Ruang Rapat Kantor Bupati di Seirampah.

Soekirman yang saat itu didampingi Asisten Pemerintahan Umum (Pemum) Drs Herlan Panggabean dan Kadis Poraparbud Sudarno SSos mengatakan, pengetahuan tentang budaya Batak itu merupakan hasil dari pengalaman interaksi dirinya dengan banyak orang dari kalangan suku Batak sejak muda.

Menurut Soekirman, penghormatannya terhadap budaya Batak memermudah keinginan dirinya untuk mengetahui lebih banyak. "Banyak aspek budaya Batak yang masih dapat dikupas. Nilai-nilai luhur suku Batak yang masih eksis di tengah modernisme, membuktikan nilai-nilai luhur suku Batak bersifat universal dan teruji zaman." ungkap Soekirman.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pelestarian Budaya Batak, Jim Siahaan menyampaikan, meski bupati dilahirkan sebagai seorang berdarah Jawa, namun tidak mengurangi minatnya terhadap budaya suku lain.

"Hal ini sangat diapresiasi Yayasan Pelestarian Budaya Batak yang kemudian menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Sergai bertepatan dengan pengukuhan Yayasan Pelestarian Budaya Batak yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 Juli 2019 mendatang," ujarnya.

Menurutnya, reputasi Bupati Soekirman sebagai sosok yang bukan berdarah Batak tetapi peduli budaya Batak inilah yang menjadi perhatian Yayasan Pelestarian Budaya Batak dan menilai Soekirman telah berkontribusi terhadap pelestarian budaya Batak.
"Terlebih lagi mengingat dewasa ini, pemikiran materialistik telah menggerus kepedulian generasi muda, khususnya etnis Batak terhadap budaya asal," terang Jim Siahaan.

Di akhir pertemuan, Bupati Soekirman bertukar cenderamata berupa buku-buku budaya hasil kajian para akademis dan praktisi budaya Batak. (T06/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments