Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Manusia Kuno Sudah Gunakan Gelas Sekali Pakai Sejak Ribuan Tahun Lalu

redaksi Sabtu, 21 Desember 2019 17:16 WIB
British Museum
Gelas sekali pakai di masa lalu dan masa kini.
Jika Anda berpikir gelas sekali pakai merupakan inovasi baru, coba pikirkan ulang. Faktanya, manusia sudah menghindari 'mencuci alat makan' sejak ribuan tahun lalu. Sebuah pameran yang diselenggarakan di British Museum, London, menampilkan gelas kuno di sebelah gelas sekali pakai modern yang sering kita gunakan saat ini.

Diketahui bahwa gelas kuno tersebut dibuat di pulau Crete di Laut Mediterania sekitar 1.700-1.600 BCE. Itu merupakan karya orang-orang Minoan--salah satu peradaban paling maju di Eropa.

Gelas itu banyak ditemukan di sekitar pulau. Dan karena alasan ini, para peneliti yakin gelas tersebut digunakan sekali pakai. Setelah digunakan untuk minum wine, gelas-gelas akan dibuang begitu saja.

"Orang-orang mungkin akan terkejut mengetahui bahwa gelas sekali pakai ternyata bukan inovasi masyarakat modern yang konsumtif, tapi sudah ada sejak ribuan tahun lalu," kata Julia Farley, kurator pameran di British Museum.

"Sekitar 3.500 tahun lalu, masyarakat Minoan menggunanakan gelas tersebut dengan alasan yang sama seperti kita: yakni menyajikan minuman di pesta. Satu-satunya perbedaan adalah bahan pembuatannya. Sama seperti plastik, tanah liat di masa itu sangat mudah didapat, murah, dan gampang dibentuk. Dan sama juga seperti plastik, tanah liat bertahan di Bumi dalam waktu yang sangat lama," paparnya.

Terlepas dari perkembangan teknologi, pada dasarnya perilaku dan cara pikir manusia tidak berubah sejak kita berevolusi sebagai Homo sapiens--mulai dari grafiti hingga gelas sekali pakai ini.

"Manusia selalu membuat, dan kemudian membuang suatu objek. Meski begitu, menjadi sampah bukan satu-satunya akhir hidup suatu barang. Beberapa di antaranya bisa didaur ulang atau ditemukan kembali setelah bertahun-tahun." ujar Hartwig Fischer, Direktur British Museum.

"Kami berharap pameran ini dapat membuat orang-orang berpikir tentang hubungan mereka dengan sampah. Baik di masa lalu, sekarang dan masa depan," imbuhnya. (Nationalgeographic/c)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments