Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Lembaran Budaya
  • Karena Tuan Rondahaim Saragih , Belanda Tidak Berani Memasuki Raya Simalungun

Seminar Nasional di USU:

Karena Tuan Rondahaim Saragih , Belanda Tidak Berani Memasuki Raya Simalungun

redaksisib Sabtu, 21 Maret 2020 11:48 WIB
SIB/Eddy Bukit

CENDARAMATA: Bupati Simalungun Dr JR Saragih serahkan cendramata kepada Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs Pepen Nazaruddin MSi  pada seminar di  Medan,Selasa (3/3).

Medan (SIB)
Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH diwakili Wakil Rektor IV Prof Dr Bustami Syam membuka seminar nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih dalam menentang kolonialisme Belanda di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU Medan, Selasa (3/3).

Tampil sebagai pembicara seminar , Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs Pepen Nazaruddin MSi , Prof Dr M Yen Mazid (UIN Jakarta) dan Dr Suprayitno (USU) .Seminar dimaksudkan untuk mempartajam data dan adminstrasi pengusulan kembali Tuan Rondahaim Saragih sebagai pahlawan nasional.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs Pepen Nazaruddin MSi Kemensos mengatakan, Kemensos punya tugas mengajukan nama-nama tokoh untuk jadi pahlawan nasional, dan persetujuannya menjadi hak prerogatif Presiden. Sesuai peraturan seseorang bisa diajukan sebagai pahlawan, 3 kali, sementara Tuan Rondahaim sudah diajukan 2 kali, karenanya dalam pengajuan kali ini supaya dilengkapi data-datanya. Dan tidak perlu terburu-buru, Kami siap menunggu usulan , jangan buru-buru dan lengkapi data yang dibutuhkan,katanya.

Dikatakannya, pahlawan nasional kita ada 185 orang dan 9 diantaranya dari Sumatera Utara. Tugas para generasi muda mengusulkan nama-nama pahlawan, untuk mensosialisasi nilai-nilai kepahlawan seseorang . Sebelum seseorang dinyatakan sebagai pahlawan, silahkan menabalkan nama-nama mereka di tempat yang baik, nama jalan, pelabuhan dan lainnya, tidak harus menunggu dinyatakan sebagai pahlawan,katanya.

Turut menyampaikan sambutan, Prof Bustami Syam mewakili rektor yang mengatakan,selayaknya melalui seminar ini kita mendukung pengusulan Tuan Rondahaim Saragih sebagai pahlawan nasional. Kami mendukung penuh pengusulan Tuan Rondahaim Saragih sebagai pahlawan nasional,katanya.

Ketua panitia seminar Drs Edi Sumarno dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Dr Budi Agustono MS juga menyampaikan sambutan dan menyatakan mendukung Tuan Rondahaim Saragih jadi pahlawan nasional.

Dr Suprayitno MHum mengatakan, sampai Tuan Rondahaim Saragih meninggal Juli 1891 , Belanda tidak pernah berani memasuki Raya. Belanda mengakui semangat , sikap dan kegigihan Tuan Rondahaim sehingga mereka menyebutnya dari raja yang “keras kepala “ menjadi “Napoleon der Bataks”.

Tuan Rondahaim Saragih adalah seorang pejuang anti kolonial dari Raya, Simalungun yang ahli dalam strategi militer sehingga pasukan militer Belanda tidak pernah mampu menduduki kerajaan Raya. Beliau pemimpin rakyat yang hampir sepanjang masa pemerintahaannya (50 tahun) dihabiskan untuk berperang melawan Belanda. Usulan kita sekali ini semoga berhasil menjadikan Tuan Rondahaim Saragih sebagai pahlawan nasional,katanya.

Sementara Prof M Yen Mazid mengatakan, Tuan Rondahaim Saragih tidak hanya berperang di Simalungun, tapi juga sampai dan punya hubungan baik dengan Aceh, Gayo dan Karo.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih mengatakan pihaknya pasti mendukung Tuan Rondahaim Saragih jadi pahlawan nasional, justru itu diadakan seminar di USU sebagai gudangnya pakar , untuk mempertajam bahan-bahan seminar yang pernah diadakan 2013 lalu .

Dulu seolah-olah Tuan Rondahaim ini hanya berperang di Simalungun saja, nyatanya tidak, tapi ikut memperjuangkan Sumut ini . Nama Tuan Rondahaim Saragih, sudah ditabalkan di rumah sakit,katanya.

Setelah seminar ini akan disusun pengusulannya ke Kemensos untuk diteruskan ke Presiden Jokowi, semoga berhasil ,kita targetkan tahun ini juga,katanya.

Hadir pada seminar itu, tokoh dari lintas etnis, juga hadir Drs Wara Sinuhaji MHum dan dan dosen USU lainnya.(M01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments