Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Indonesia Miliki 2.600 Permainan Tradisional Anak yang Perlu Dilestarikan

redaksi Sabtu, 11 Januari 2020 15:18 WIB
Permainan congklak
Indonesia kaya akan beragam kebudayaan yang unik dan menarik. Salah satunya ialah memiliki beragam permainan tradisional yang berbeda di setiap daerah.

Ada sekitar 2.600 permainan tradisional Indonesia yang biasa dimainkan oleh anak-anak dan dapat menjadi warisan budaya, serta perlu untuk dilestarikan.

Dengan adanya permainan tradisional, dapat mengasah anak-anak menjadi lebih kreatif. Tak hanya itu, dengan bermain berbagai permainan tradisional juga dapat menggugah kekompakan dan sikap gotong royong.

Berikut deretan permainan tradisional yang bisa bikin nostalgia.

Congklak
Congklak atau yang dikenal dengan nama Dhakon di Jawa ini merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh dua orang.
Cara memainkannya adalah dengan adu strategi dalam menempatkan semua biji congklak. Pemain yang paling banyak mengumpulkan biji congklak, maka berhasil sebagai pemenang.

Lompat Tali
Permainan yang terbuat dari karet atau tambang ini biasa dimainkan oleh anak perempuan atau laki-laki berjumlah paling banyak 10 orang. Bermain lompat tali dapat mengasah konsentrasi karena harus fokus agar bisa melompati tali dengan tinggi yang berbeda-beda. Pemain yang bisa melewati semua ketinggian lompat tali, akan menjadi pemenangnya.

Engklek
Engklek atau sunda manda merupakan salah satu permainan tradisional yang populer di Indonesia. Tak hanya dimainkan oleh anak perempuan, anak laki-laki pun biasa memainkannya.
Cara bermainnya adalah dengan membuat sembilan kotak yang digambar dengan kapur terdiri dari tiga kotak horizontal, disambung tiga kotak vertikal, ditambah satu kotak di atasnya, dan terakhir dua kotak di horizontal.
Satu per satu pemain melompati kotak tersebut menggunakan satu kaki. Jika kaki menapak maka harus menaruh batu di salah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk memulai giliran kembali.

Gobak Sodor
Gobak sodor biasa dimainkan di lapangan dan memerlukan kekompakan dalam satu kelompok. Permainan ini berbentuk kotak yang biasanya ada 4 kotak atau 6 kotak.
Permainan ini terdiri dari dua kelompok yang berbeda, ada sebagai penjaga dan ada yang harus meloloskan diri dari penjaga.
Cara bermainnya kelompok penjaga berdiri di garis yang sudah ditentukan, sedangkan lawan harus bisa masuk ke kotak dengan syarat tidak boleh tersentuh oleh penjaganya.

Ular Naga
Permainan ini dimainkan sekitar 5 sampai 10 orang atau lebih dengan menyanyikan lagu "Ular naga panjangnya bukan kepalang. Menjalar-jalar selalu kian kemari. Umpan yang lezat, itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang."
Cara bermainnya adalah dengan menyanyikan lagu tersebut dan jika lagu berhenti, maka anak yang berhenti pada lagu tersebut pun akan ditangkap.

Petak Umpet
Petak umpet adalah jenis permainan yang memerlukan kesiagaan. Anak yang sedang berjaga dapat mematikan lawan yang bersembunyi apabila sudah mengetahui letak lawan dengan menyebut namanya dan memegang tempat pertahanannya. Namun selain mempertahankan tempat tersebut penjaga juga harus mencari anak lainnya yang bersembunyi, sampai semua anak ditemukan.

Bola Bekel
Untuk dapat memainkannya perlu disiapkan bola bekel dengan enam biji. Permainan ini ada beberapa step, mulai dari step mengambil satu biji bekel sampai enam bekel. Setelah selesai semua step, maka jika ada yang berhasil memenangkan step terlebih dahulu dijadikan pemenang.

Kelereng
Kelereng bentuknya bulat seperti kaca bening dengan berbagai motif dan biasanya yang memainkan ini adalah anak laki-laki. Untuk memainkan permainan ini cukup mudah karena hanya menyentil kelereng dan harus mengenai kelereng lawan.
Jika kena, maka kelereng lawan akan menjadi milik kita. Saat ini sudah jarang yang memainkan permainan kelereng karena sudah jarang menemukan penjual kelereng.

Bentengan
Benteng atau bentengan adalah permainan yang melibatkan dua grup, terdiri dari 4-8 orang. Masing-masing kelompok harus menentukan sendiri benteng mereka, seperti tiang, pohon, atau batu. Kelompok yang keluar sebagai pemenang, berhasil menyentuh benteng lawan sambil berteriak, "Benteng!".

Gasing
Gasing termasuk mainan tertua di Indonesia yang terbuat dari kayu. Ketika berputar, gasing bertumpu pada satu titik di porosnya. Permainan gasing dibedakan menjadi adu bunyi, adu putar, dan adu pukul.
Cara memainkannya, gasing dililitkan pada tali lalu dilempar ke tanah. Gasing yang berputar paling lama akan keluar sebagai pemenang. (goodnewsfromindonesia.id/d)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments