Jumat, 18 Sep 2020

    8 Filosofi Upacara Minum Teh di Jepang yang Sarat Akan Makna Hidup

    redaksisib Sabtu, 25 April 2020 14:26 WIB
    Internasia

    Upacara Minum Teh

    Salah satu tradisi budaya Jepang yang cukup populer adalah upacara minum teh. Upacara minum teh merupakan ritual tradisional Jepang dalam menyiapkan dan menyajikan teh untuk tamu dengan tata cara tertentu. Kegiatan tersebut dikenal dengan nama Chado atau Chanoyu, tetapi jika dilakukan di luar ruangan disebut Nodate.

    Teh tersebut bukan sekedar teh yang dituangi air panas, disajikan, lalu diminum. Upacara minum teh ini mengandung unsur seni hidup yang luas dan sarat makna. Berikut ini filosofi dalam Chanoyu yang perlu kita tahu:
    1. Harmoni (Wa)
    Untuk mendapat unsur harmoni di alam, Teishu (tuan rumah) akan mencoba membawa kualitas ruang teh dengan taman di sekitar rumah teh. Peralatan minum teh yang digunakan selaras satu sama lain sehingga tema dan warnanya sama. Seperti dalam kehidupan, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan menyelaraskannya adalah seni bertahan hidup.

    2. Rasa hormat (Kei)
    Para tamu yang diundang merangkak melalui pintu masuk kecil yang disebut Nijiriguchi untuk memasuki ruangan minum teh. Di dalam ruangan, mereka berlutut dan dan membungkuk pada gulungan yang menggantung, dan mereka akan duduk bersebelahan dalam posisi seiza.

    Rasa hormat tersebut tidak hanya berasal dari para tamu, namun juga tuan rumah. Semua harus saling menghormati tanpa melibatkan posisi mereka dalam kehidupan. Tercermin pula saat bagaimana tuan rumah dan tamu memperlakukan dan mengamati mangkuk teh serta benda-benda lainnya dalam ruangan.

    3. Kemurnian (Sei)
    Saat merangkak ke ruang teh, semua orang harus meninggalkan semua pikiran dan kekhawatiran kehidupan sehari-hari. Ruang teh atau Chaishitsu adalah dunia yang berbeda di mana orang dapat menghidupkan kembali, memperlambat, dan menikmati kehadiran teman-teman.

    4. Ketenangan (Jaku)
    Ketenangan atau Jaku hanya akan tercapai setelah tiga konsep (Wa, Sei, Kei) ditemukan, dialami, dan dianut, sehingga akhirnya orang dapat menemukan ketenangan. Hal tersebut adalah ajaran master upacara minum teh Jepang, Sen no Rikyu (1522-1591)

    5. Kebersamaan
    Chanoyu merupakan salah satu gambaran kebersamaan antara anggota keluarga sebagai tuan rumah dan para tamu yang diundang. Upacara ini meningkatkan keakraban, kekeluargaan, dan keselaran dalam hidup bersama dan berdampingan.

    6. Kepribadian dan Pengetahuan
    Upacara minum teh dapat mencerminkan kepribadian dan pengetahuan sang tuan rumah. Hal tersebut meliputi tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi pada alat-alat minum teh, dan pengetahuan dalam meletakkan benda-benda seni dalam ruangan.
    Benda-benda seni itu lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkok keramik yang disesuaikan dengan musim dan status tamu yang diundang. Tugas tuan rumah dalam menyediakan berbagai keperluan tersebut sebagai cermin kepribadian yang bertanggung jawab.

    7. Keindahan Hal-hal Sederhana dan Alami
    Filosofi ini dikenal dengan istilah Wabi. Makna lama dari Wabi adalah kesepian hidup di alam dan jauh dari masyarakat.
    Interior ruang teh hanya akan berisi benda yang diperlukan untuk pertemuan unik tersebut. Hanya ada suara alam yang alami, dedaunan yang bergesekan terkena angin di luar, air menetes di pancuran, air mendidih, dan suara pembicaraan dengan tuan rumah.

    8. Belajar Seumur Hidup
    Seni dalam upacara minum teh membutuhkan pembelajaran yang terus-menerus selama bertahun-tahun dan seumur hidup untuk menyempurnakannya.

    Tak hanya tuan rumah, para tamu juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, dan etiket dalam menikmati sajian yang dihidangkan, baik itu kue manis maupun tehnya sendiri. Sebagai manusia pun, selama kita hidup, jangan pernah berhenti belajar. Terus pelajari dan sempurnakan pengetahuan dan budi pekerti kita dalam menjalani kehidupan.
    Menikmati hidangan kue manis yang warna warni dan minum teh pahit, sebab hidup serupa kedua hal itu. Bagaimanapun mari nikmati. (idntimes/c)

    T#gs
    Berita Terkait
      Komentar
      Komentar
      Silakan Login untuk memberikan komentar.
      FB Comments