Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

3.680 Keping Benda Muatan Kapal Tenggelam Diselamatkan

Minggu, 04 Mei 2014 21:57 WIB
Batam (SIB)- Sebanyak 3.680 keping benda, yang diperkirakan berusia ratusan tahun, muatan kapal tenggelam diselamatkan Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, awal Maret lalu. Muatan berbahan keramik itu berbentuk guci, tempayan, mangkuk dalam kondisi utuh, dan 327 keping berbentuk pecahan.

Semula, ribuan benda berharga bawah laut itu diangkat dari perairan Pulau Numbing, Kepulauan Riau, secara ilegal oleh Kapal KM Penyu dengan tonase 27 gros ton dari Tanjung Pinang. Saat ini, kapal dan 12 anak buah kapal itu ditahan di Batam.

“Benda muatan kapal tenggelam ini punya nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan dan ekonomi yang tinggi. Hanya, kita belum tahu persis berapa nilainya dan dari zaman apa. Nanti kita panggil ahlinya dari Jakarta,” tutur Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Syahrin Abdurrahman, Kamis (24/4).

Setidaknya ada 463 lokasi keberadaan benda muatan kapal tenggelam (BMKT). Untuk Kepulauan Riau saja ada 7-8 lokasi. Hingga kini, pemanfaatan BMKT diperdebatkan di internal Panitia Nasional BMKT. Kementerian Kelautan dan Perikanan menginginkan benda-benda itu dimanfaatkan untuk kepentingan negara atau mendatangkan keuntungan ekonomi.

Sebaliknya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginginkan seluruh BMKT disimpan di museum. Usulan itu belum disetujui karena jika demikian, BMKT tidak akan bisa dinikmati oleh negara. Selain itu, museum juga tidak akan mampu menampung BMKT yang berjumlah jutaan keping.

“BMKT sementara disimpan di gudang Kementerian Kelautan dan Perikanan di Cibinong, Pondok Cabe, dan Pluit. Itu pun sudah penuh semua,” kata Syahrin. (Kps/ r)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments