Rabu, 21 Agu 2019

10 Tradisi Unik di Indonesia yang Berhubungan dengan Kematian

admin Sabtu, 08 Juni 2019 20:42 WIB
Tradisi Ngaben
Keberagaman akan tradisi yang ada di Indonesia tentunya mengacu pada beberapa hal. Salah satunya adalah tradisi yang bersifat sakral yakni tradisi kematian di Indonesia yang unik. Seperti acara besar lainnya, tradisi kematian di berbagai daerah yang ada di Indonesia disambut dengan acara besar layaknya acara pesta. Meskipun demikian, hal ini dilakukan secara turun temurun untuk menghormati orang yang telah tiada. Untuk lebih jelasnya berikut adalah 10 tradisi unik di Indonesia yang berhubungan dengan kematian yang perlu anda ketahui.

Ngaben
Tradisi Ngaben merupakan upacara pemakaman yang bisa Anda temukan di Bali dan merupakan tradisi pemakaman yang unik di Indonesia. Pada acara tersebut, Anda akan melihat banyak sekali persembahan dan juga benda benda unik lainnya yang dibakar bersama dengan jenazah. Ngaben sendiri adalah prosesi yang ditujukan untuk menjadi simbol dari rasa keikhlasan dari pihak keluarga saat melepas kepergian seseorang.

Dalam kepercayaan Hindu, Ngaben merupakan tradisi yang di ditujukan juga untuk melepas roh dari sifat duniawi. Roh tersebut diyakini bisa mengembalikan unsur Panca Maha Butha menuju alam semesta. Tradisi ini juga banyak sekali menarik wisatawan untuk menyaksikan langsung tradisi Ngaben. Bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan dari manca negara juga tampak sangat antusias menyaksikan rangkaian dari acara kematian tersebut.

Rambu Solo
Apabila Anda berada di Tana Toraja, maka di sana Anda bisa melihat satu tradisi pemakaman yang unik yang disebut dengan Rambu Solo'. Rambu Solo merupakan upacara pemakaman yang dilakukan oleh suku yang ada di Tana Toraja secara besar besaran. Beberapa persiapan biasanya memakan waktu yang sangat lama hingga bertahun tahun bagi mereka yang tidak mampu.

Akan tetapi bagi seseorang yang berkecukupan atau dari kalangan bangsawan, persiapan tidak akan berlangsung lama, hanya beberapa bulan saja untuk memulai upacara adatnya. Persiapan dilakukan untuk menyiapkan banyak sekali kerbau untuk disembelih. Oleh sebab itu persiapan dalam melaksanakan tradisi ini memerlukan dana yang sangat besar, bahkan bisa sampai miliaran rupiah karena hewan tersebut didapat dengan harga yang mahal.

Pembakaran Jenazah dan Potong Jari
Tradisi kematian yang unik lainnya bisa Anda temukan di Pegunungan Tengah Papua, tempat Suku Dani berada. Pada saat ada kematian, maka beberapa orang dari keluarga mereka akan memotong ruas jari. Rasa sakit yang bercampur dengan rasa sedih harus disertai dengan mandi lumpur untuk selanjutnya mengelilingi jenazah yang hendak dibakar.

Pemakaman Marapu
Tradisi pemakaman Marapu merupakan tradisi kematian di Indonesia yang dilakukan warga yang memiliki keyakinan Marapu tepatnya di Pulau Sumba. Apabila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal, maka anggota keluarganya harus menyelenggarakan satu upacara yang sangat besar untuk menjamu tamu yang datang. Hal ini harus dilakukan oleh anggota keluarga yang ditinggalkan, karena bila sampai tidak melakukan upacara pemakaman, menurut kepercayaan Sumba, keluarga tersebut akan ditimpa sial.

Tiwah
Tradisi Tiwah merupakan tradisi kematian yang unik yang dilakukan oleh Suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah. Tradisi dari pemakaman Tiwah bisa dilakukan apabila jenazah yang sudah dikubur menjadi tulang belulang saja. Menurut kepercayaan Suku Dayak, tradisi tersebut dilakukan untuk bisa menyempurnakan jasad yang akan dilakukan pada upacara terakhir. Hal ini dipercaya bisa melepaskan keterikatan dengan dunia nyata. Adapun proses tradisi Tiwah, memakan banyak sekali biaya dan dilakukan dalam beberapa hari.

Sirang Sirang
Sirang sirang merupakan salah satu tradisi kematian unik yang bisa Anda temukan di Sumatra khususnya dilakukan oleh Suku Batak Marga Sembiring. Hal ini dikarenakan saat budaya Hindu yang masih sangat melekat, proses upacara pemakaman jenazah dilakukan dengan sangat besar. Tradisi ini juga biasanya dilakukan di tepi sungai, karena setelah jenazah telah menjadi abu akan ditaburkan pada sungai yang mengalir. Untuk seseorang yang menjadi pelarung abu jenazah tersebut, diharuskan untuk mandi dengan bersih supaya bisa tidak terkena sial.

Pemakaman Trunyan
Tradisi pemakaman Trunyan merupakan tradisi kematian unik yang bisa Anda temukan di Bali. Apabila upacara ini dilakukan, banyak sekali wisatawan lokal dan manca negara hadir karena tradisi ini terbilang sangat unik. Pada tradisi jenazah tidak dikubur di dalam tanah melainkan ditempatkan atau ditaruh di atas tanah saja. Setelah hal tersebut dilakukan, jenazah tersebut ditutupi dengan anyaman dari bambu supaya tidak tampak dari bagian luar.

Hal yang unik dari prosesi pemakaman Trunyan adalah pemakaman tersebut tidak menimbulkan bau busuk. Menurut kepercayaan orang sekitar, bau busuk tersebut diserap oleh pepohonan yang berada di sekitar pemakaman tersebut.

Mumifikasi
Mumifikasi juga bisa Anda temukan dalam tradisi kematian unik yang dilakukan oleh Suku Asmat. Suku Asmat sendiri merupakan suku yang berada di Papua, yang telah turun temurun melakukan tradisi unik tersebut. Apabila ada sosok petinggi atau kepala suku, bahkan juga panglima perang meninggal, maka nantinya akan dibentuk mumi.

Proses mumi pada Suku Asmat dilakukan dengan diolesi berbagai zat tertentu, selanjutnya mayat tersebut ditaruh pada perapian supaya terkena asap secara perlahan. Mayat yang dijadikan mumi tersebut nantinya akan di posisikan untuk duduk, dan biasanya akan disimpan di rumah seorang pria keluarganya.

Kuburan Bayi dalam Pohon Tarra
Tradisi Kubur bayi di dalam pohon Tarra bisa Anda temukan di kawasan Kambira, Tana Toraja. Pada tradisi kematian ini, seorang bayi akan dimasukkan pada pohon yang penuh dengan getah. Hal ini dilakukan apabila bayi yang mati tersebut belum memiliki gigi. Berbeda dengan tradisi lain di Tana Toraja seperti Rambu Solo, prosesi pemakaman disebut dengan Passiliran
Pemilihan pohon Tarra karena penggambaran dari getah yang banyak diibaratkan dengan susu ibu dan ruangan dalam pohonnya sebagai rahimnya. Dengan melakukan prosesi tersebut dipercaya si bayi bisa kembali ke rahim ibunya.
Tradisi Makam di atas Tanah

Tradisi Makam di atas tanah dilakukan oleh Suku Dayak Benuaq, dengan memasukkan mayat dalam kotak kayu dan memakamkannya di samping rumah. Apabila mayat yang ada dalam kotak tersebut sudah bertahun-tahun dan bersisa tulang, kotak kayu tersebut dibuka dan ditaruh pada tempat yang lebih permanen dan lebih kuat. Tradisi unik ini dilakukan dengan disertai nyanyian khusus untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal tersebut dalam beberapa tahun sekali.

Itulah 10 tradisi kematian di Indonesia yang unik dan dilakukan oleh berbagai suku di setiap daerah yang ada di Indonesia. Diantaranya ada beberapa tradisi kematian yang persiapannya memerlukan dana yang cukup besar dan juga persiapan yang sangat lama. Namun semua tradisi tersebut bisa dilakukan tergantung dari tingkat kepercayaan seseorang yang meyakini kepercayaannya. Akan hal tersebut, ada baiknya bila kita memiliki rasa saling menghormati akan kepercayaan yang dianut seseorang. (viva.co.id/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments