Minggu, 18 Agu 2019

Menikmati Indonesia dan Asia Tenggara di National Gallery Singapore

Laporan: Bantors Sihombing wartawan SIB
Rabu, 16 Desember 2015 10:37 WIB
SIB/Bantors Sihombing
KARYA RADEN SALEH: Beberapa pengunjug sedang menikmati lukisan berjudul Boschbrand (Forest Fire), yang dilukis di atas kanvas ukuran 300 x 396 cm di National Gallery Singapore, pekan lalu. Lukisan ini merupakan karya Raden Saleh dari Indonesia pada tahun
ADA sesuatu yang baru di usia negara Singapura yang ke 50.  Selama sepuluh tahun mereka bekerja mempersiapkan sebuah tempat yang monumental yang bakal menjadi warisan bukan hanya bagi warga Singapura saja, tetapi penduduk Asia Tenggara. Lalu, pada 24 November 2015  lalu, National Gallery Singapore (Galeri Nasional Singapura) yang berlokasi di eks gedung Mahkamah Agung dan Balai Kota, resmi dibuka untuk umum di Singapura.

Pengunjung galeri ini bukan hanya warga Singapura saja, tetapi dari negara-negara lain seperti Asia Tenggara, Asia, Eropa dan Amerika. Betapa menariknya galeri ini, sebab bukan hanya bercerita tentang karya seni Singapura saja. Sejarah Asia Tenggara secara lengkap digambarkan di sini. Ada sekitar 10.000 lebih item lukisan yang terpajang di galeri yang dibangun di atas 64.000 meter persegi tersebut.

Dari pengamatan Harian SIB yang berkunjung ke galeri ini pekan lalu bersama Harian Kompas, Pikiran Rakyat  Bandung dan Kedaulatan Rakyat Yogyakarta yang difasilitasi Singapore Tourism Board (STB), karya seniman besar dari negara-negara Asia Tenggara hadir mewarnai setiap dindingnya. Bahkan karya seniman besar asal Indonesia secara menakjubkan terpajang di sana. Melihatnya seolah menikmati Indonesia sejak awal abad 19 hingga abad 20. Misalnya karya besar Raden Saleh berjudul Boschbrand (Forest Fire), yang dilukis di atas kanvas ukuran 300 x 396 cm pada tahun 1849.

Ada satu ruangan khusus yang menyimpan arsip seni Indonesia, bahkan diurutkan per tahun. Di salah satu dinding, ada kutipan para tokoh nasional seperti Soekarno.  Wayang, perempuan Bali, Raja Jawa dan gambaran kericuhan di Jakarta pun terpajang di sana. National Gallery Singapore bahkan menggelar pameran jangka panjang dengan judul yang diambil dari kata-kata pujangga Chairil Anwar: "Between Dreams and Declarations." Salah satu ruangan pun dinamai "Siapa Nama Kamu?" yang berasal dari bahasa Melayu.

Ada representasi komprehensif seni Singapura, termasuk lukisan penting dan karya-karya seniman Singapura seperti  Georgette Chen, Chen Chong Swee, Chen Wen Hsi, Cheong Soo Pieng dan Liu Kang. Koleksi lainnya menampilkan karya-karya seni yang signifikan dari Asia Tenggara antara lain Latiff Mohidin (Malaysia), Montien Boonma (Thailand), U Ba Nyan (Myanmar), Nguyen Gia Tri (Vietnam), Svay Ken (Kamboja) dan Fernando Cueto Amorsolo (Filipina).

Michelle Chua, Manager Media and Communication National Gallery Singapore menyebutkan galeri tersebut bukan sekadar menjadi pajangan karya seni Asia Tenggara. Tetapi didedikasikan menjadi pusat penelitian, pendidikan dan pameran. Menunjukkan ke dunia, karya seni penting dari seniman Asia Tenggara. "Semua orang bisa belajar dan berbagi di sini," ujarnya. Koleksi galeri akan terus bertambah di masa depan sehingga setiap pengunjung bisa menemukan sesuatu yang unik dan mencerahkan.

National Gallery Singapore diklaim sebagai museum pertama di dunia yang didedikasikan untuk seni modern di Asia Tenggara. Galeri ini diharapkan bisa memikat dan menyalakan rasa ingin tahu untuk seni, sejarah seni, kisah di balik seni, Asia Tenggara dan dunia.  Koleksinya yang akan memberikan wawasan ke dalam seni yang unik, warisan dan sejarah.

Menikmati lukisan demi lukisan mahakarya seniman Asia Tenggara yang menakjubkan seolah kekurangan waktu. Tak terasa sudah dua jam berkeliling, belum semua karya seni bisa dilahap tuntas. National Gallery Singapore menjadikan entitas Asia Tenggara makin menguat. Saatnya berbicara bukan hanya soal Singapura atau Malaysia atau Indonesia atau negara ASEAN lainnya. Tetapi di abad 21 ini, negara-negara Asia Tenggara harus lebih kompak dan berkolaborasi untuk menghadapi perkembangan global.(l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments