Senin, 22 Jul 2019

Membangun Nias Barat dalam Keterbatasan Anggaran

* Laporan: Riswan H Gultom, Nias Barat
Jumat, 04 Desember 2015 11:15 WIB
Bupati Nias Barat, A Aroziduhu Gulo MH bersama Asisten Pembangunan minggu lalu melakukan publikasi pembangunan terkait hasil yang dicapai dalam 5 tahun kepemimpinan. Sebagai daerah otonomi baru pembangunan di daerah ini sedang marak, dalam 5 tahun telah terbangun jalan sepanjang 571 KM terdiri dari hotmix, lapen, telfrod bertujuan merangsang perekonomian desa.

Membangun  Nias Barat memang butuh performa tinggi dan semangat pantang menyerah, terutama dalam melobbi anggaran, pendapatan asli daerah ini (PAD) hanya sekitar 10 miliar per tahun namun harus mampu menanggulangi kebutuhan yang kompleks.

Sarana jalan di daerah ini merupakan nafas bagi kemajuan ekonomi, tanpa jalan yang layak hingga desa desa terpencil, masyarakat akan susah mengolah lahan, memasarkan komoditas pertanian, mendirikan usaha mikro dan sektor usaha lain.

Lalu lintas yang semakin lancar saat ini, masyarakat semakin bergairah melakukan segala aktifitas maka diharapkan kesejahteraan semakin meningkat.
Di Nias Barat selama 5 terakhir ini, telah berdiri perkantoran, memberikan beasiswa pendidikan, pembangunan ekonomi, sektor pertanian, kelautan perkebunan dan lainnya.

Padahal Nias Barat yang baru mekar dari kabupaten Nias memiliki PAD yang minim, hampir tidak mungkin melakukan pembangunan dengan baik. Selain keberhasilan membangun jalan, Pemkab juga melakukan pembangunan 15 unit kantor SKPD di kawasan terpadu dan rumah dinas bupati serta ketua DPRD.

Bidang pendidikan Pemkab membangun ruang kelas baru SD, SMP, SMA sebanyak 75 lokal, ruang kantor guru sebanyak 13 unit, ruang perpustakaan serta ruang laboratorium, sehingga total bagunan sekolah dan sarana lainnya 363 unit.

Dulu, masyarakat mengeluhkan sarana pendidikan yang minim, bahkan ada sekolah yang belum memiliki fasilitas belajar seperti kursi dan meja. Kini siswa telah dapat belajar nyaman. Tentu sekali pembenahan sarana dan prasarana akan terus ditingkatkan di bumi Nias Barat.

Di bidang kesehatan daerah ini cukup membanggakan. Sebanyak 68 kantor kesehatan terbangun dengan baik, antara lain Puskesmas, Poskesdes, Puskesmas pembantu, rumah dinas doker dan panti pemulihan gizi serta pengadaan kendaraan roda empat bagi petugas kesehatan.

Dengan adanya sarana gedung kesehatan serta kendaraan, layanan prima telah berjalan, masyarakat terlayani dengan baik, Puskesmas dan Pustu dibuka setiap saat sehingga masyarakat sakit dapat berobat kapan saja.

Pemberantasan gizi buruk dan gizi kurang di Nias Barat masih menjadi perhatian utama. Rendahnya kesadaran warga dalam memberikan nutrisi dan asupan gizi kepada anak kadang kala menjadi sumber masalah. Untuk menanggulanginya Pemkab Nisel rutin mengadakan penyuluhan, khususnya yang memiliki anak Balita. Kini angka gizi buruk dan gizi kurang semakin kecil, anak anak telah diberi makanan bergizi, masyarakat diberi pendamping kesehatan dengan menempatkan bidan bidan desa di setiap kampung.

Membenahi sarana transportasi, Pemkab membangun dermaga dan tambatan perahu, mengadakan Moda transportasi roda 4 dan roda 6 serta transportasi pedesaan, dalam hal ini Pemkab dibantu kementerian desa tertinggal. Masyarakat juga diberikan sarana informasi dengan pembangunan warung informasi bagi umum.

Nias Barat dikenal dengan potensi wisata yang sangat menjanjikan, Pemkab memoles sejumlah obyek wisata sehingga menjadi daerah tujuan turis nusantara dan mancanegara.

Untuk menelusuri keindahan alam Nias Barat ke sejumlah wilayah yang didominasi pantai dan pulau, Pemkab membuka jalan setapak, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, pengunjung puas  berjalan kaki menikmati wisata alam, wisata batu megalitikum, Nias Barat pun menjadi pilihan mereka dalam berlibur.

Untuk menyempurnakan sektor pariwisata, dilakukan pembangunan gapura, pondok wisata patai Sirombu, menjadikan wisata berciri khas dan meningkatkan pesona alam Nias Barat di nusantara dan dunia.

Pembangunan sektor pertanian hal yang mendesak, mengingat sebahagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani. Merangsang keinginan masyarakat dalam mengolah lahan lahan produktif, Pemkab melakukan sejumlah terobosan membangun jalan produksi, pembangunan jalan usaha tani, hingga kini telah ratusan KM jalan penopang pertanaian terbangun.

Untuk mengolah tanah petani, Pemkab juga memfasilitasi pengadaan mesin pengolah traktor sekitar 100 lebih. Dengan  adanya alat pengolah ini masyarakat terangsang mengerjakan lahan dan menuruti tertib pola tanam pangan. Masyarakat diberikan pompa air guna menyiasati kekeringan akibat musim kemarau, power theser dan minitelier, semuanya mendukung pembangunan pertanian.

Membangun sektor kelautan butuh keseriusan, sehingga sasaran membangkitkan potensi kelautan dapat tercapai secara nyata. Dengan anggaran yang minim daerah ini mampu mengadakan kapal patroli 1 unit. Kelompok nelayan kemudian difasilitasi kapal penangkap ikan 3 GT sebanyak 6 unit, kemudian perahu fiber 0,5 GT sebanyak 18 unit.

Kapal dan perahu motor ini dipergunakan nelayan untuk menjelajah lautan menangkap ikan dan mensejahterakan kelompok dan anggota keluarga. Masyarakat yang kurang meminati tangkap ikan di laut disediakan kelompok kreatif pemelihara ikan daratan. Pada kelompok masyarakat ini, selama 5 tahun diberikan benih ikan dan dibangun kolam petak sebanyak 66 unit, hal ini terus berlanjut ke depan hingga seluruh masyarakat yang berminat dapat bagian.

Memaksimalkan kinerja pertanian serta masyarakat yang berprofesi sebagai petani, Pemkab Nias Barat membangun kantor ketahanan pangan, kantor unit kecamatan, lumbung pangan desa, gudang pangan kabupaten, yang seluruhnya berjumlah 21 unit. Para petugas PPL diberi kendaraan roda 2 sehingga maksimal memantau aktifitas pertanian hingga sudut pedesaan.

Hal yang cukup menarik, daerah ini berhasil membangun ratusan rumah tak layak huni, Pemkab melakukan inventarisir rumah sederhana dengan persyaratan yang ditentukan, kemudian menggandeng kementerian perumahan rakyat, hingga kini ratusan rumah penduduk diperbaiki, program yang sama akan berlanjut ke tahun- tahun mendatang.

Dinas Koperasi Perindusterian dan Perdagangan memegang peranan penting dalam membangun Nias Barat. Pemkab memberikan bantuan peralatan pertukangan guna merangsang industri rumah tangga dan ekonomi kreatif, memberikan mesin pres batu bata sehingga kebutuhan material bangunan tidak lagi didatangkan dari luar Nias, bantuan mesin jahit, peralatan tata boga, pemotong molen, peralatan pembuatan keripik dan alat alat manual lainnya diberikan kepada masyarakat.

Terbukti, kini semarak industri rumahan tercipta. Banyak kerajinan kerajinan daerah yang berperan memajukan perekonomian, sejumlah kebutuhan warga dapat diadakan di daerah dengan harga lebih murah.

Pemkab komit membangun wilayah, sarana perkantoran dan sektor lain terus dilanjutkan guna percepatan kesejahteraan, masyarakat kiranya tetap kondusif, berpikir global dan bertindak sesuai dengan kearifan lokal sehingga proses pembangunan yang digulirkan dapat berjalan dengan baik dan memperoleh hasil gemilang.

Bupati, minggu lalu mengutarakan, bagaimana dalil memajukan Nias Barat dengan keterbatasan sumber daya dan anggaran yang sangat minim namun kebutuhan sangat kompleks, dalam kondisi ini dukungan segenap masyarakat dibutuhkan, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga para anak anak daerah yang telah berhasil diperantauan.

"Jika telah banyak perubahan di Nias Barat, hal itu semata mata keberhasilan bersama. Semoga pada tahun tahun mendatang masyarakat semakin solid dan mendukung pembangunan, sehingga tujuan kita mensejahterakan masyarakat secepatnya terwujud," harap Bupati.

Sementara, Asisten Pembangunan Simesono Hia MSi yang juga Ketua Bakohumas menyadari betapa pentingnya pembangunan SDM secara merata di Nias Barat, Pemkab pun mengadakan pembenahan ilmu pengetahuan dengan mengirimkan aparatur menimba ilmu ke sejumlah perguruan tinggi status tugas belajar antara lain di Akpar medan, STKS, Nomensen dan Sekolah Tinggi Pertanian. Program belajar untuk strata 2 juga diselenggarakan. Hingga kini, dalam kurun wakatu 5 tahun telah hampir 100 aparatur yang meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya.

Pemkab memandang peningkatan pengetahuan aparatur merupakan strategi percepatan pembangunan. Nias Barat membutuhkan tenaga tenaga profesional untuk mendalami sistem dan tata cara pembangunan segala sektor secara konprehensif sehingga sasaran yang dituju tercapai dengan baik dan memberikan manfaat.

Nias Barat membutuhkan konsultan perencana pembangunan, membutuhkan dokter umum, dokter spesialis, butuh ahli pertanian dalam menggagas pertanian modern, juga membutuhkan kader yang mampu mengembangkan potensi kelautan, pariwisata, pendidikan, ekonom dan ahli bidang lainnya.

Dengan bertambahnya ahli kejuruan, Pemkab Nias Barat akan lebih mudah melakukan pembangunan dan menjalankan fungsi managemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan control, mampu menangkal resiko resiko hukum, tepat waktu dalam setiap tugas.

Berbagai pihak optimis fundasi yang ditata dalam lima tahun terakhir cukup kuat menjadi dasar pembangunan Nias Barat, beberapa tahun kemudian imbasnya akan nampak dan memudahkan pembangunan daerah selanjutnya.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments