Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Kuliner
  • Nenas Sipahutar, Petai Sibolga dan Jamur Tuntungan

Nenas Sipahutar, Petai Sibolga dan Jamur Tuntungan

Minggu, 09 Agustus 2020 21:29 WIB
Foto SIB : Frans Sihombing
Foto 1: Inilah produk jamur crispy yang sepintas nampak seperti potongan daging yang baru dipanen disalah satu depot usaha jamur milik Boru Gultom di Desa Bumi Tuntungan kecamatan Kutalimbaru. Jamur ini disebut juga jamur tiram yang bisa dijadikan lauk-sayur atau penganan seperi kentang goreng.

Foto 2: Tampak seorang pedagang nenas asal Sipahutar sedang melayani seorang pembeli yang tengah memilih nenas bacang atau nenas madu yang rasa manisnya berbeda. Nenas ini mayoritas dijual dengan harga Rp 10.000 per-tiga buah (lihat bandrol yang dipajang di mobil dagangan). Foto diambil di satu lapak bebas tepi Tanjung Slamat Kecamatan Medan Sunggal dekat pasar Simpang Melati. 
Medan (SIB)
Produk pangan sekunder berupa buah nenas asal Desa Sipahutar Tapanuli Utara, petai besar dari Sibolga dan sayur kembang biak berupa jamur dari Desa Tuntungan sekitarnya (Deli Serdang) belakangan ini tampak marak di pasaran marginal dan diminati para konsumen di Medan sekitarnya.

Buah nenas asal Sipahutar itu, antara lain tampak dipasarkan di sepanjang Jalan Sempakata-Ngumban Surbakti, Jalan Setiabudi-Selayang, Jalan Pinangbaris-Sunggal, Jalan Flamboyan-Tanjungslamat dan sejumlah area lain yang merupakan lapak-lapak bebas tepi jalan.

"Ini nenas dari Sipahutar pak. Kami bawa langsung dengan mobil pick-up pribadi. Rasanya manis, mulai dari jenis nenas bacang hingga nenas madu. Harganya bervariasi, mulai dari yang Rp 10.000 per tiga buah, sampai yang Rp 10.000 per buah, tergantung besar dan rasanya," ujar seorang pria muda marga Pangaribuan, kepada SIB baru-baru ini.

Pedagang yang menjajakan nenas di area Jalan Sempakata (Medan Selayang) mengakui minat konsumen di Kota Medan cukup tinggi, sehingga banyak konsumen yang membeli langsung buah nanas yang sudah dikupas serta dipotong-potong kecil agar bisa dimakan langsung. Harganya (nenas yang sudah dikupas-potong) rata-rata Rp 15.000 per bungkus. Tiap bungkus nenas kupas adalah potongan dari tiap satu buah.

Untuk ukuran sedang, harga tersebut rata-rata Rp 5.000 per buah. Secara terpisah, para pedagang nenas di masing-masing lokasi dagang itu mengakui volume penjualan agak meningkat selama musim pandemi Covid-19. Selain karena anjuran agar konsumen mengonsumsi lebih banyak buah untuk mendorong pola hidup sehat, juga karena adanya isu positif bahwa makan nenas bermanfaat untuk kesehatan paru-paru.

Selain nenas, komoditi tani lokal berupa petai dari Sibolga juga marak di pasaran, baik di pasar-pasar niaga tradisional maupun pasar konvensional (tepi-tepi jalan umum). Harganya berkisar Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per ikat dengan volume 10 tangkai per ikat.

"Lumayan bang, lebih separuh terjual setiap harinya. Pembelinya ada yang perorangan, ada juga yang kebetulan punya usaha katering untuk kelengkapan lauk," ujar Tuti Perdede yang menjajakan petai Sibolga itu bersama suaminya di Jalan Flamboyan-Simpang Melati.

Lalu, produk jamur dari Tuntungan yang dibudidaya secara tradisional untuk bahan sayur atau penganan, juga marak di pasaran, sampai-sampai menggugah seorang pendeta untuk menjadi pedagang pesan-antar jamur dengan speda motornya.

"Jamur ini kebanyakan dikelola di sekitar rumah penduduk setempat. Bisa dijadikan sayur digulai seperti gori atau daging ayam, bisa juga dijadikan penganan crispy semacam keripik atau kerupuk yang mirip kentang goreng gurih. Harganya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, sesuai order apakah beli langsung ke tempat atau dipesan melalui porter (kurir) pesan antar, "ujar Abeh Nasution di desa Bumi Tuntungan kecamatan Kutalimbaru kepada SIB. (M04/c)

T#gs Jamur TuntunganNenas SipahutarPetai SibolgaTapanuli Utara
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments