Jumat, 06 Des 2019

Kuliner Unik di Semalungun

Daging Diolah Tanpa Proses Pemasakan

Minggu, 26 Agustus 2018 12:16 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
Tokoh masyarakat Simalungun JE Sabaruddin Girsang menghidangkan hinasumba yaitu daging yang diolah tanpa proses pemasakan di Raya ibukota Kabupaten Simalungun, Sabtu (18/8).
Simalungun (SIB)  -Tokoh masyarakat Simalungun, JE Sabaruddin Girsang mengutarakan, satu hal unik dari seluruh kuliner etnis Simalungun ada pada makanan hinasumba. 

"Simalungun memiliki banyak kuliner, tapi hinasumba sangat unik. Kenapa? Karena pembuatannya tanpa proses pemasakan," ujar Sabaruddin di Raya ibukota Kabupaten Simalungun, Sabtu (18/8). 

Dalam hinasumba ada resep khas. Bahannya, daging segar hewan (biasanya menggunakan daging babi), lengkuas, serai digiling halus, lada halus, kelapa gongseng, kelapa muda, garam halus, air sikam atau air perasan holat dan beras sinanggar atau beras halus yang digongseng. 

"Cara kerjanya cukup sederhana.1 Daging direbus setengah matang, lalu dicincang halus. Campurkan lada, garam dan aduk rata. Kemudian, masukkan serai, lengkuas, kelapa gongseng, kelapa muda secukupnya, lalu diaduk.

"Terakhir, campurkan air perasan holat dan diaduk sampai betul-betul merembes ke semua daging. Dengan demikian, daging tersebut akan mengalami proses pemasakan," tuturnya.

Menurutnya, untuk mengeluarkan aroma sedap, bisa dicampurkan lagi dengan beras halus yang digongseng. Setelah itu, siap untuk dihidangkan.  

"Di atas hinasumba, boleh juga dihiasi dengan cabe rawit atau sayuran segar. Kalau menginginkan hinasumba yang berwarna merah, dapat juga dicampur dengan darah segar hewan," imbuhnya. 

Pria berumur 68 tahun itu menambahkan, sikam adalah sejenis kayu yang perasan airnya mampu melezatkan makanan tanpa melalui proses pemasakan. 
Menurutnya, hinasumba yang enak bisa dilihat dari warnanya, sehingga tidak semua orang bisa memasak hinasumba dengan lezat.

"Perlu keahlian atau praktek khusus untuk mengolahnya hingga menjadi makanan yang lezat," tutupnya. (D05/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments