Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Kuliner
  • Cipera Masakan Khas Karo Bercita Rasa dan Beraroma Istimewa

Cipera Masakan Khas Karo Bercita Rasa dan Beraroma Istimewa

Minggu, 01 November 2015 22:36 WIB
SIB/Theopilus Sinulaki
CIPERA: Pengunjung menikmati masakan khas Karo Cipera di Rm Khas Karo di Desa Tanjung Gunung Lau Baleng.
Cipera adalah masakan khas Karo yang punya perbedaan tersendiri dengan masakan lainnya. Masakan ini menggunakan bahan utama tepung jagung digulai dengan daging ayam kampung dan dicampur jamur tiran. Aroma dan kenikmatannya sungguh istimewa sehingga masakan ini tidak hanya disajikan di rumah makan saja, tetapi biasa dibuat sebagai menu pada pesta orang Karo.

Biasanya, orang yang pertama sekali merasakan Cipera akan sulit melupakannya. Memang tak semua rumah makan atau restoran menyajikan Cipera, karena lauk yang satu ini adalah masakan tradisi Karo. Untuk itu carilah rumah makan khas Karo, pasti menu Cipera tersaji disamping masakan khas Karo lainnya.

Sampai saat ini, di mana ada rumah makan khas Karo pasti sudah tersaji Cipera di samping menu khas lainnya seperti “Tasak Telu” atau ”Pagit-pagit” (sop biru). Kesemuanya itu memiliki cita rasa yang berbeda dengan masakan lainnya.

Menurut Sarianta br Perangin-angin (50), penduduk Desa Tanjung Gunung Kecamatan Lau Baleng, Karo, yang juga pengusaha rumah makan khas Karo mengatakan, Cipera terbuat dari tepung jagung. Jagung tua yang telah dipipil lalu digongseng kemudian ditumbuk halus. Caranya mudah sekali, setelah daging ayam kampung dipotong-potong lalu dimasak dengan santan kemudian dicampur jamur tiran. Beberapa saat sebelum masak, masukkan cipera lalu diaduk sampai aromanya tercium ke tetangga sebelah.

Biasanya Cipera larut dalam kuah lauk yang kental dengan aroma khas. Harga 1 porsi Cipera relatif murah. Seporsinya yakni 1 potong daging ayam dengan nasi putih cukup Rp 20 ribu, perut sudah kenyang. Silahkan  mencoba. (B02/y)
 



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments