Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Tertipu Tiket Bodong, Hotnida Panjaitan Gugat Bos Nitari Travel Rantauprapat

Tertipu Tiket Bodong, Hotnida Panjaitan Gugat Bos Nitari Travel Rantauprapat

* Tuntut Uang Pembelian Tiket 1.000 Calon Penumpang Dikembalikan
redaksisib Kamis, 09 Juli 2020 17:54 WIB
Dok/Samuel

GUGAT BOS NITARI TRAVEL: Pengacara Hotnida Sugiarta Panjaitan, Palti Siringoringo SH saat di Pengadilan Negeri Rantauprapat untuk mengikuti sidang gugatan perdata yang diajukan terhadap bos Nitari Travel & Tour Rantauprapat, Borkat Pane, Selasa (7/7). 

Rantauprapat (SIB)
Perjuangan agen perjalanan, Hotnida Sugiarta Panjaitan dalam menuntut hak dan keadilan, tidak berhenti pada kasus pidana tiket bodong. Setelah pemilik Nitari Travel & Tour Rantauprapat, Borkat Pane dan kasirnya dipidana penjara selama 2 tahun, Hotnida mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, menuntut bos perusahaan itu mengembalikan kerugian 1.000 calon penumpang yang gagal terbang, sekira Rp2 miliar.

Awalnya, bos Nitari Travel & Tour Borkat Pane, mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Labuhanbatu dan kasirnya, Maya, dilaporkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, menjual tiket bodong (tidak terdaftar). Jaksa menuntut agar kedua terdakwa dipidana penjara masing-masing 2,5 tahun. Namun, hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menjatuhkan hukuman masing-masing 2 tahun penjara.

Meski telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan, bos Nitari Trevel&Tour itu tidak serta merta mengembalikan kerugian para calon penumpang, yaitu uang pembelian tiket yang disetorkan agen Hotnida Sugiarta Panjaitan ke kasir dan rekening bank Borkat Pane.

"Sekarang bos Nitari Travel&Tour itu kami gugat secara perdata di Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH)," kata Hotnida Panjaitan melalui pengacaranya, Palti Siringoringo SH & Rekan, yang berkantor di Komplek Ruko Odessa, Blok A-16, No.12-A, Simpang Bandara, Batam, Kepulauan Riau, kepada SIB melalui WhatsApp, Rabu (8/7), seusai sidang dari PN Rantauprapat.

Palti bertindak atas nama kliennya, Hotnida Panjaitan, agen pemasaran tiket penerbangan Nitari Travel & Tour, yang menjadi korban penipuan dan penggelapan dalam gugatan perdata, nomor: 27/Pdt.G/2020/PN Rap yang didaftarkan 19 Maret 2020.

"Klien kami menjadi korban penipuan dan penggelapan, karena tiket yang dijual Nitari Travel & Tour ternyata banyak yang bodong. Klien kami dimaki, dihujat dan diancam bunuh oleh banyak calon penumpang yang kecewa setelah gagal terbang, karena tiketnya ternyata bodong. Para calon penumpang menuntut uangnya dikembalikan," ungkapnya.

Palti Siringoringo menyebut, dalam permohonan gugatan yang diajukan ke PN Rantauprapat, memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara perdata ini, mengabulkan permohonan supaya kerugian 1.000 calon penumpang dikembalikan pemohon.

"Alasan saya mengatakan demikian, karena uang dari pemesanan tiket melalui Nitari Trevel itu disetorkan ke rekening bank Nitari Yravel&Tour dan sebagian ke kasir. Bukti-bukti setorannya ada. Nanti kita perlihatkan dalam sidang pembuktian di pengadilan," ujar Palti.

"Kemudian Borkat Pane, selaku pemilik Nitari Trevel memiliki aset yang banyak. Masalah uang itu untuk apa dan dikemanakan, saya kan tidak tahu. Tapi menurut Maya, karyawan Nitari Trevel, saat saya jumpai ke Lapas Rantauprapat, menyebut uang itu dipakai Borkat Pane untuk kampanye Pemilu tahun 2019, karena Borkat ikut nyaleg. Sementara, Borkat Pane saya tanyain, mengatakan uang itu ada pada Maya," sebut Palti.

"Saya mengartikan dari penjelasan mereka berdua, uang itu nyata ada pada mereka. Semestinya uang Rp1.928.184.000 yang disetorkan klien saya dikembalikan kepada klien saya, karena tiketnya bodong, untuk kemudian dikembalikan kepada 1.000 calon penumpang yang gagal terbang," jelas Palti.

Palti juga berharap kepada para konsumen/calon penumpang yang merasa dirugikan dalam hal tiket bodong ini, supaya menempuh upaya hukum. "Jangan antara sesama agen atau konsumen saling bermusuhan. Sepanjang klien kami bisa membuktikan uang itu disetorkan ke Nitari Trevel, bersama-samalah menempuh upaya hukum agar Borkot Pane bertanggungjawab dan mengembalikan uang para konsumen yang telah dirugikan," ujarnya.

Dalam gugatannya, Hotnida memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara perdata ini, mengabulkan permohonan sita jaminan.

"Agar gugatan kami ini tidak sia-sia dan tidak ada lagi yang dirugikan Nitari Travel, mudah mudahan majelis hakim dengan penuh pertimbangan hukum demi keadilan, mengabulkan gugatan kami," harapnya seraya menyebut agenda sidang saat ini jawaban dari tergugat dan sidang dilanjutkan 2 minggu kemudian.

Kerugian korban Hotnida sebesar Rp1.928.184.000 dari 1.000 konsumen/calon penumpang atas pembelian tiket yang dijual Nitari Travel & Tour tahun 2019 yang ternyata bodong. Ketahuannya di Bandara saat calon penumpang tidak diperbolehkan terbang karena tiketnya bodong. (BR6/d)
T#gs Bos Nitari TravelRantauprapatTertipuTiket bodongkriminal
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments