Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Kriminal
  • Tangkap Pelaku Penganiayaan Ditengah Merebaknya Covid-19, Polres Belawan Diapresiasi

Tangkap Pelaku Penganiayaan Ditengah Merebaknya Covid-19, Polres Belawan Diapresiasi

Jumat, 03 April 2020 14:02 WIB
beritasatu.com

Ilustrasi

Medan (SIB)
Di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Polres Belawan mendapat apresiasi karena telah berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan berinisial T (19) dan D (45). Penangkapan itu berdasarkan laporan dari salah satu pengusaha mebel berinisial F (korban) dan H.

"Kami apresiasi Polres Belawan karena masih dalam keadaan adanya wabah COVID-19, bisa dengan cepat menanggapi laporan dari masyarakat dan menangkap dua pelaku," ucap Penasehat Hukum korban, Sahrul Ramadhan Sihotang ditemui wartawan di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/4) sore.

Dijelaskan, Sahrul, kliennya membuat laporan sekitar sepekan lalu, karena mengaku dianiaya oleh T dan D di waktu berbeda. Dia menceritakan, sekitar dua lalu, D mendatangi toko mebel milik korban di Pasar 2 Marelan. Saat itu, D memindahkan barang milik korban, karena sedang ada event di toko sebelah.

"Korban gak terima barangnya dipindahkan. Karena lahannya kan milik korban. Korban bilang 'Apa hak kau. Ini kan barang aku, lahan aku juga'. D yang gak terima kata-kata itu langsung memukul lengan korban," jelasnya. Akibat penganiayaan itu, korban sempat dirawat di rumah sakit setempat karena lengannya memar.

Tidak lama berselang, T yang baru 2 bulan bekerja sebagai karyawan toko juga melakukan penganiayaan terhadap korban. Toko tempat T bekerja persis di sebelah toko milik korban. Ceritanya, T meminta mengecilkan musik di toko milik korban.
Namun, T meminta hal itu seperti membentak. Padahal, karyawan toko mebel milik korban sudah uzur. "Diduga karena salah saing, toko sebelah sepi. T mencari gara-gara meminta mengecilkan musik di toko milik korban. Padahal musiknya pelan. T seperti gak diterima dinasehati karyawan korban," terang Sahrul.

Melihat hal itu, korban datang untuk kembali menasehati T. Sayangnya, perut korban ditendang T. Setelah melaporkan kejadian penganiayaan itu, polisi berhasil menangkap kedua pelaku tanggal 31 Maret 2020. "D ditangkap di Pasar 3 Marelan. Sementara Taufik diringkus di toko tempatnya bekerja," ucap Sahrul.

Terpisah, Kanit Resum Sat Reskrim Polres Belawan, Ipda Erik Siahaan membenarkan telah menangkap dua pelaku. Dia juga membenarkan kalau salah satu pelaku yakni D berprofesi sebagai preman. "Keduanya ditangkap berdasarkan Pasal 351, yang kita proses itu kasus penganiayaannya," ujar Erik.

“Mendapat apresiasi, karena cepat menangkap pelaku saat merebaknya wabah virus corona”, kata Erik sembari menyatakan, pihaknya tetap bekerja sesuai prosedur yang ada. (M14/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments