Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Sodomi 7 Pria, Seorang Kakek di Marelan Dibekuk Polisi

Sodomi 7 Pria, Seorang Kakek di Marelan Dibekuk Polisi

admin Selasa, 16 April 2019 11:02 WIB
SIB/Pally S
Interogasi : Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto megintrogasi seorang kakek terduga pelaku sodomi terhadap 7 pria di Marelan, Senin (15/4).
Belawan (SIB) -Seorang kakek yang telah memiliki tiga orang cucu, Saf alias Atok (62), warga Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dibekuk petugas Polsek Medan Labuhan dengan dugaan mencabuli 7 pria tetangganya berusia 12 tahun hingga 15 tahun.

Perbuatan tidak senonoh dengan cara mensodomi para korbannya itu, dilakukan Saf dalam satu tahun terakhir.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto didampingi Kanit Reskrim, Iptu Bonar Pohan yang dikonfirmasi wartawan, Senin sore (15/4) mengatakan, terungkapnya kasus dugaan sodomi yang berorientasi ke arah pedofil tersebut berawal ketika salah seorang orangtua korban mencurigai putranya yang masih memasuki usia remaja memiliki uang yang tergolong banyak.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, orangtua korban kemudian menanyai putranya, ternyata uang yang dimilikinya diperoleh dari Saf, setelah kakek tersebut melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban.

"Jadi modus operandinya, terduga pelaku memanggil korban untuk mengusuk badannya, beberapa saat kemudian korban disuruh membuka baju dan selanjutnya dicabuli oleh terduga pelaku dan menyikapi laporan pengaduan salah seorang orangtua korban, terduga pelaku kemudian kami tangkap," ujar Kapolsek Medan Labuhan.

Dia juga mengatakan, setelah mensodomi korbannya, Saf memberikan uang sebanyak Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu serta mengancam akan memukul korban jika memberitahukan perbuatan tidak senonohnya itu kepada orang lain.

Sementara itu, menurut pengakuan Saf, dia mengalami kelainan seksual itu karena beberapa tahun lalu sering bercengkerama dengan sejumlah waria di kawasan Kota Pelabuhan Belawan dan dalam beberapa tahun terakhir atau setelah istrinya meninggal dunia, dia mulai melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut kepada sejumlah anak laki-laki di sekitar tempat tinggalnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut, Widya Susanti mengatakan, terkait kasus dugaan sodomi tersebut, pihaknya akan melakukan pendampingan hukum hingga kasus tersebut selesai.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendampingan psikologis terhadap korban, sehingga mereka pulih kembali dan diharapkan pada masa yang akan datang tidak menjadi pelaku. (M07/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments