Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Seorang Lagi Pembunuh Pelajar Dituntut 18 Tahun Penjara di PN Simalungun

Seorang Lagi Pembunuh Pelajar Dituntut 18 Tahun Penjara di PN Simalungun

redaksisib Kamis, 30 Juli 2020 11:48 WIB
tribunnews

Ilustrasi

Simalungun (SIB)
Seorang terdakwa pembunuh pelajar, MA (19) warga Bangun 17 Kecamatan Gunung Malela dituntut 18 tahun penjara di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (29/7).

Sementara terdakwa lainnya RBP (17) sudah dihukum 9 tahun dalam berkas terpisah.

Terdakwa MA dipersalahkan jaksa dengan pasal 340 KUH Pidana tentang perencanaan menghilangkan nyawa korban.
Menurut jaksa, terdakwa MA dan RBP membunuh Canda Prayoga (13) yang ditemukan di kebun karet dalam posisi duduk. Pembunuhan itu dilakukan RBP dan MA, Sabtu, 4 April 2020.

Mayat korban ditemukan di areal kebun karet PTPN III Bangun pada Rabu, 8 April 2020 oleh seorang penggembala sapi dan melaporkannya ke Polsek Bangun. Keduanya menghabisi nyawa korban demi mendapatkan sepedamotor dan handphone korban.
Terdakwa melakukan pembunuhan karena terdesak utang untuk menebus sepedamotornya yang sempat digadaikan. Sebelum melakukan aksinya, terdakwa MA dan RBP mengundang korban minum-minum di rumah MA.

Pada tengah malam itu, MA mengajak korban dengan alasan menemui pacar dan bersama RBP menuju kebun karet. Di situlah korban dicekik hingga tewas. Para pelaku mengambil cangkul dan menggali tanah yang tak cukup dalam lalu mengubur korbannya dalam posisi jongkok ditutup tanah dan dedaunan.

Barang curian berupa HP dijual kepada KL di Bukit Maraja seharga Rp850 ribu. Sedangkan sepedamotor korban dijual para terdakwa bersama KL ke Tebingtinggi. Sepedamotor korban dijual Rp1.750.000 kepada R dan uangnya Rp 500 ribu digunakan untuk menebus sepeda motor yang digadaikan. Sisanya dibagi dan digunakan untuk minum-minum di Bukit Maraja.

Didampingi pengacara Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. (S03/f)
T#gs DituntutPN SimalungunPembunuh PelajarPenjarasimalungunkriminal
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments