Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Satu Keluarga Tersangka Pengedar dan Pengguna Sabu Dibekuk Polisi

Satu Keluarga Tersangka Pengedar dan Pengguna Sabu Dibekuk Polisi

admin Sabtu, 14 September 2019 12:04 WIB
SIB/Dok
TERSANGKA NARKOBA: Para tersangka pengedar dan pengguna sabu masing-masing berinisial AC, Fa, Sar, MD dan Rah diamankan di Mako Satres Narkoba Polrestabes Medan belum lama ini.
Medan (SIB) -Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan membekuk 5 tersangka pengedar dan pengguna sabu yang diduga masih satu keluarga masing-masing berinisial Sar (55), Fa (51) keduanya warga Jalan Masjid Taufiq, Kecamatan Medan Perjuangan, Rah (36), MD (34) keduanya wanita warga Jalan Masjid Taufiq Gang Perwira dan AC warga Jalan Masjid Taufiq Gang Serasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo didampingi Wakasat Narkoba Kompol Pardamean Hutahaean yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/9) sore membenarkan ada penangkapan terhadap tersangka narkoba. Dijelaskan Kasat, penangkapan terhadap tersangka berawal informasi masyarakat bahwa satu rumah kosong di Jalan Masjid Taufiq dijadikan lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta judi jackpot.

Setelah diselidiki, sambung Raphael, informasi masyarakat itu memang benar. Petugas Satres Narkoba kemudian berkoordinasi dengan kepling setempat dan langsung menggerebek rumah yang menjadi Target Operasi (TO).

"Di dalam rumah, kita langsung mengamankan 3 pria dan 2 wanita yang sedang asik bermain judi jackpot serta diduga menggunakan sabu. Dari tersangka Sar dan Fa disita satu set bong, 5 buku tabungan dan 2 HP. Sementara dari tersangka MD dan Rah disita 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,15 gram dan 1 HP," ungkapnya.

Lanjutnya, di lokasi yang sama petugas juga mengamankan AC yang merupakan TO petugas. Saat digeledah, dari saku celana tersangka disita 2 plastik klip berisi sabu seberat 1,05 gram, 8 plastik klip kosong berukuran sedang, 3 plastik klip kosong berukuran kecil dan 1 pipet sendok. Para tersangka berikut barang bukti diboyong ke Mako guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil interogasi, tersangka AC mengaku membeli barang haram itu dari N (DPO) seharga Rp 500 ribu dengan sistem AC lebih dulu membayar Rp 200 ribu dan kekurangan Rp 300 ribu dicicil setelah barang bukti habis. Sementara para tersangka saat dilakukan tes urine positif mengandung narkoba," pungkasnya sembari menambahkan kasusnya masih dikembangkan. (M16/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments