Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Sakit Hati Ditagih Uang Kontrakan Dua Terdakwa Rusak 760 Pohon Jeruk

Sakit Hati Ditagih Uang Kontrakan Dua Terdakwa Rusak 760 Pohon Jeruk

admin Rabu, 17 Juli 2019 21:20 WIB
SIB/Roida Siahaan
TINGGALKAN: Kedua terdakwa perusak pohon jeruk meninggalkan ruang sidang Cakra usai dituntut hukuman 2,5 tahun.
Simalungun (SIB) -Dua terdakwa ZL (36) dan L als Lilik nekat meracuni 760 batang tanaman jeruk milik saksi korban Darno Ginting, karena sakit hati. Keduanya, warga jalan Danau Maninjau Siopat Suhu Kecamatan Siantar dituntut masing-masing 2 tahun 6 bulan dalam berkas di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (16/7) oleh Jaksa Firman SH.

Terungkap di sidang sebelumnya, timbulnya niat merusak tanaman jeruk milik korban berkaitan dengan ZL dan Lilik merasa malu, karena belum bisa membayar kontrakan yang terus ditagih oleh Yusra selaku pekerja yang dipercayakan Darno Ginting untuk mengurus kebun jeruknya. Keduanya berpikiran, jika tanaman dirusak, maka Yusra akan dipecat oleh Darno Ginting.

Setelah mencari informasi dari Pak Citra (sesama petani), bagaimana merusak tanaman jeruk. Lalu keduanya membeli Gromokson, yakni racun rumput di salah satu toko pupuk di Tiga Panah sebanyak 2 botol seharga Rp.130 ribu secara patungan.

Oleh kedua terdakwa, racun tersebut dicampur ke bak penampungan air yang sering digunakan Yusra untuk memupuk tanaman jeruk. Pada Minggu, 24 Februari 2019 lalu, Yusra juga mencampur pupuk agar tanaman jeruk dapat tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan.

Setelah menyemprotkan pupuk dari bak penampungan, Yusra merasa terkejut, keesokan harinya, dimana tanaman jeruk menjadi layu dan buahnya berjatuhan. Hal itu diberitahukan kepada pemilik Darno Ginting di Medan.

Para terdakwa di hadapan sidang mengakui perbuatannya. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian hingga Rp 340 juta. Jaksa Firmansyah SH mempersalahkan keduanya melanggar pasal 170 (1) dan pasal 406 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk mendengarkan vonis Majelis Hakim diketuai A Hadi Nasution. SHMH ditunda hingga Selasa (23/7) mendatang. (S03/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments