Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang

Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang

Jumat, 23 November 2018 11:07 WIB
Lubukpakam (SIB) -Fitriana (40), warga Jalan Masjid Desa Sekip bendahara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Deliserdang kehilangan uang dana desa sebesar Rp 150 juta yang disimpan di jok sepeda motornya, Kamis (22/11) sore saat parkir di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Deliserdang.

Kepala Desa Sekip, Sumardi yang dikonfirmasi SIB di Kantor Polsek Lubukpakam saat  mendampingi korban membuat laporan polisi menyebutkan, uang itu baru saja diambil mereka dari Bank Sumut Cabang Lubukpakam sebesar Rp 150 juta yang akan dipergunakan untuk biaya pembangunan desa.

Katanya, Desa Sekip mendapat ADD (Anggaran Dana Desa) untuk Tahap III Tahun 2018 sebesar Rp 294 juta. Lalu diambil sebesar Rp 150 juta sekira pukul 1.30 WIB dari Bank Sumut Lubukpakam bersama bendahara, Fitriana.

Usai mengambil uang, Sumardi berpisah dengan Fitriana di Bank Sumut. Fitriana  meletakkan uang itu di jok sepeda motornya. Selanjutnya korban pergi ke kantor Disdukcapil Deliserdang untuk mengambil akte lahir  warga.

"Saya wajib mendampingi Bendahara Desa untuk mengambil uang dan menandatanganinya di Bank Sumut Cabang Lubukpakam, selanjutnya kami berpisah di lokasi Bank Sumut" sebut Sumardi.

Kapolsek Lubukpakam, AKP Gudo Siswoyo Spd membenarkan kejadiannya dan menyebutkan pelaku diperkirakan 3-4 orang. Diketahuinya pelaku dari rekaman CCTV yang diperoleh dari kantor Disdukcapil.

"Pelaku menggunakan baju batik berwarna biru, sedangkan teman-temannya memantau lokasi. Usai pelaku mengambil uang terbungkus kantong plastik hitam dari dalam jok sepeda motor korban, lalu pergi berboncengan menggunakan sepeda motor," sebut Kapolsek Lubukpakam.

Pihaknya sudah melakukan penyelidikan intensif dan mempelajari rekaman CCTV yang diperoleh dari Disdukcapil Deliserdang.

" Kita merasa kesal saja, pihak Desa sudah lalai dalam hal ini, seharusnya untuk pengambilan uang wajib didampingi polisi sesuai standar operasiponal prosedur (SOP), apalagi anggaran yang dicuri pelaku berasal dari uang negara" kesal Kapolsek Lubukpakam. (C05/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments