Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Putera Mantan Camat Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak Diadili di PN Simalungun

Putera Mantan Camat Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak Diadili di PN Simalungun

Jumat, 17 Januari 2014 13:26 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Simalungun (SIB)- MAS alias A (17), terdakwa yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan Membang br Lumban Gaol (39) dan putrinya Emelia br Tarigan (11)  menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (15/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Josron Malau SH, mendakwanya bersama dengan Rezeki Marpaung alias Jeki (terdakwa dalam berkas terpisah) melakukan perencanaan pembunuhan terhadap kedua korban.

Sesuai dakwaan Jaksa, penduduk Jalan Sipiso-piso Kelurahan Saribu Dolok Kabupaten Simalungun itu terancam pidana pada pasal 340 KUHP atau 339 KUHP atau 338 KUHP tentang pembunuhan.

Jaksa menjelaskan perbuatan tersebut berawal dari ketidaksenangan terdakwa terhadap Membang lantaran hendak menikah dengan ayahnya Marsianus Saragih. Maka, dia berencana menghabisi nyawa korban dengan cara mengajak Jeki untuk membantunya membunuh calon ibu tirinya itu.

Perencanaan itu  Minggu keempat pada bulan Juli 2013, terdakwa MAS alias A mendatangi Jeki di warung Pasar Malam. Jeki yang sebelumnya juga punya rasa dendam terhadap korban langsung setuju dengan ajakan terdakwa.

Selanjutnya, Selasa (30/7) sekira pukul 22.00 wib, terdakwa  kembali menemui Jeki di pasar malam lalu memberitahukan bahwa korban berada di rumahnya.

Sekira jam 23.00 wib, mereka pulang dari Pasar Malam menuju Piso-piso, bertemu dengan seseorang laki-laki yang sebelumnya sudah menunggu di Jalan Sipiso-piso. Saat itu, terdakwa menjanjikan uang Rp 5 juta apabila pekerjaan mereka di rumah korban selesai, uang tersebut akan ditambahi.

Kemudian, terdakwa menyuruh Jeki pulang ke rumahnya di Gang Ragi Hotang untuk mengambil alat berupa besi linggis dengan panjang sekitar 70 cm. Sesampainya di rumah korban, Jeki mencongkel jendela rumah korban dengan menggunakan linggis.

Setelah berhasil masuk, keduanya langsung menuju kamar korban yang  tidur bersama anaknya. Ketika korban terbangun, Jeki memukulkan linggis ke kepala korban hingga pingsan.

Tak berapa lama, korban kembali terbangun dan mengangkat kepalanya, sehingga Jeki kembali memukuli linggis tersebut ke kepala korban, lalu mengambil bantal untuk membekap korban sampai tidak bergerak lagi.

Tak sampai di situ saja, anak korban bernama Emilia Br Tarigan ikut jadi sasaran pukulan linggis oleh terdakwa karena terbangun dan melihat kejadian itu.

Setelah membunuh keduanya, mereka melarikan diri melalui jendela dan menyelamatkan diri masing-masing. Setidaknya, akibat perbuatan mereka, kedua korban meninggal dunia. (C2/f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments