Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Pria Pembawa Tas Warna Hitam Diduga Berisikan Bom di P Siantar Diringkus Polisi

Pria Pembawa Tas Warna Hitam Diduga Berisikan Bom di P Siantar Diringkus Polisi

* Kapolres: Pelaku Akui Lancarkan Aksinya Menakuti Masyarakat
admin Selasa, 16 April 2019 10:59 WIB
SIB/Andomaraja P Sitio
Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu, SIK memaparkan seorang pria sebagai otak pelaku pembawa tas berwarna hitam diduga berisikan ada bom inisial IHN setelah diamankan petugas dari kediamannya saat temu pers di wilayah hukum kerjanya, Senin (15/4).
Pematangsiantar (SIB) -Seorang pria berinisial IHN (17), merupakan otak pelaku pembawa tas sandang berwarna hitam bertuliskan ada bom yang sempat menghebohkan warga, baru-baru ini di Pematangsiantar diringkus petugas Satreskrim Polres Pematangsiantar dari kediamannya di Jalan Pattimura Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur , Minggu (14/4) malam.

"Setelah petugas melakukan penyelidikan dan memintai sejumlah keterangan saksi-saksi, satu orang otak pelaku inisial IHN berstatus anak sekolah kita tangkap di kediamannya di Tomuan Kecamatan Siantar Timur, Minggu (14/4) malam," ujar Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu, SIK saat temu pers di wilayah hukum kerjanya, Senin (15/4) .

Diterangkan Kapolres, penangkapan pelaku setelah pihaknya berkoordinasi tim penjinak bom dari Satbrimob Subden 2B Polda Sumut, tas berwarna hitam bertulisan ada bom tidak berunsur bahan peledak melainkan berisikan pot bunga dan tanah setelah diamankan dari depan Alfamart di Jalan Malanthon Siregar Kecamatan Siantar Marihat, Sabtu (13/4).

Setelah itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap di kediamannya Jalan Pattimura Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur , Minggu (14/4) malam.

Dari hasil penyelidikan petugas dan keterangan saksi-saksi berkisar sembilan orang telah dimintai keterangan, baik dari teman-teman satu sekolah pelaku dan warga yang menyebutkan sebelum melancarkan aksinya, awalnya IHN mengambil tas sandang berwarna hitam yang tidak dipakai dari sekolahnya.

Setelah itu, pelaku kemudian menuliskan ada bom menggunakan tipex di bagian luar tas dimaksud lalu mengambil pot bunga saat itu dari sekolahnya. Hanya saja lantaran pot bunga dimaksud terlalu besar, pelaku mengurungkan niatnya saat itu dan langsung bergerak menuju lokasi peletakan tas ke Jalan Malanthon Siregar.

"Pelaku mengakui menulis ada bom di bagian luar tas warna hitam miliknya sewaktu berada di sekolahnya. Pot bunga yang diambilnya awalnya dari sekolah, hanya saja lantaran besar tidak jadi dimasukkannya. Pelaku kemudian bergerak menuju lokasi peletakan tas bertuliskan ada bom itu ke arah Jalan Melanthon Siregar Kecamatan Siantar Marihat. Di situlah pelaku mencuri pot bunga dari samping gudang tidak jauh dari lokasi dan memasukkan ke dalam tas itu, lalu meletakkannya di depan Alfamart Jalan Melanthon Siregar Kecamatan Siantar Marihat dan pelaku meninggalkan lokasi," terangnya.

Ditambahkan Kapolres, pengakuan pelaku kepada petugas aksi dilakukannya hanya iseng-iseng 'April Move' untuk menimbulkan keresahan maupun kericuhan masyarakat. Pelaku sendiri tidak ada kaitan keterlibatan aksi teror dan kelompok paham radikalis, tetapi niatnya hanya untuk menakut-nakuti masyarakat.

Saat ditanya apakah pelaku melancarkan aksinya hanya seorang diri atau melibatkan orang lain, Kapolres menegaskan, untuk saat ini dan hasil penyelidikan petugas pelaku tunggal melancarkan aksinya. Namun, pihaknya akan tetap menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi.

"Saat ini hanya dia sendiri pelakunya. Penyelidikan lebih lanjut lagi akan kita dalami. Tadi sudah kita sarankan pelaku akan dilakukan tes urine. Pelaku terancam hukuman maksimal lima tahun penjara, karena aksinya sudah menimbulkan keresahan serta mencoba menakut-nakuti masyarakat," pungkasnya. (S10/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments