Selasa, 15 Okt 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Polsek Pulau Raja Asahan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Leni Boru Silaban

Polsek Pulau Raja Asahan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Leni Boru Silaban

admin Jumat, 12 Juli 2019 11:45 WIB
SIB/dok
MEMUKUL : Tersangka saat memukul kepala korban (peran pengganti) dalam rekonstruksi yang disaksikan Kanit Reskrim Polsek Pulau Raja Ipda B Simamora dan Penasehat Hukum tersangka Tekad Kawi SH di halaman Mapolsek Pulau Raja, Kamis (11/7).
Asahan (SIB) -Polsek Pulau Raja menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Leni boru Silaban (20) warga Dusun III Pinggul Toba Desa Gonting Malaha Kecamatan Bandar Pulau di halaman Mapolsek Pulau Raja Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan, Kamis (11/7).

Dalam rekonstruksi yang disaksikan langsung Kapolsek Pulau Raja AKP AR Manurung SH didampingi Kanit Reskrim Ipda B Simamora dan Penasehat Hukum tersangka Tekad Kawi SH terungkap sejumlah fakta baru, mulai dari tersangka MR (30) bertemu dengan korban hingga kisah semasa pelariannya.

Di awal adegan rekonstruksi, dari 16 adegan tersebut diketahui korban dan tersangka berkenalan tidak lama sebelum kejadian itu. Pada saat itu, korban mau berangkat ke Pekan Baru, namun jumpa dengan tersangka. Korban kemudian dibujuk dan mau diajak jalan-jalan oleh tersangka. Dalam pikiran pelaku ada niat untuk mencabuli korban, namun niat tersebut tidak kesampaian dikarenakan korban menolak.

Penolakan ini membuat MR geram dan mau menghabisi nyawa korban. Pada adegan ke-10, di areal Kebun PTPN IV Kebun Pulau Raja, tepatnya di Blok 85 F Afdeling III, pelaku menghentikan laju sepeda motor, berdalih hendak buang air kecil. Tersangka melihat batu koral, lalu memukulkannya ke kepala korban sampai tewas di tempat. Selanjutnya tersangka menyeret tubuh korban ke areal kebun sawit.

"Tindakan yang dilakukan spontan, tersangka kita jerat pasal 338 KUHP," ujar kapolsek.

Penasehat Hukum tersangka, Tekad Kawi SH kepada wartawan mengatakan, tersangka spontan menghabisi nyawa korban, karena saat itu korban menolak saat akan dicumbu.

"Korban saat itu gak mau dicumbu, sambil dorong wajah tersangka. Di situ lah tersangka langsung turun dari sepeda motor pura-pura buang air kecil. Lalu mengambil batu koral, tersangka terus pukul kepala korban sebelah kiri," ucapnya.

Lanjut Tekad, perbuatan kliennya tergolong sadis, sebab meski saat itu korban sudah tidak sadarkan diri, tersangka masih saja memukul kepala belakang korban berulang-kali sampai tewas.

Diberitakan sebelumnya, kejadian miris menimpa korban itu berawal dari dia bertemu tersangka di salah satu warung. Usai bertemu, keduanya lantas berkenalan, lalu bercengkrama sembari menikmati minuman ringan, 7 Maret 2010 lalu.

Usai menikmati minuman ringan, pelaku lantas mengajak korban melakukan hubungan terlarang, namun ditolak. Keduanya diketahui warga meneruskan perjalanan menaiki sepeda motor berboncengan.

Sekira pukul 20.00 WIB, saat berada di areal Kebun PTPN IV Kebun Pulau Raja, tepatnya di Blok 85 F Afdeling III, pelaku menghentikan laju sepeda motor, berdalih hendak buang air kecil. Saat itulah, pelaku menemukan sebuah batu di sekitar lokasi. Dimana batu tersebut langsung dipukulkan pelaku ke kepala korban, sehingga korban tewas di lokasi.

"Esok harinya, sekira pukul 9 pagi, jasad korban ditemukan warga. Hasil penyelidikan, ada warga yang mengaku kehilangan salah satu keluarganya dan berdasarkan penyelidikan juga pelaku mengarah kepada MR. Setelah 9 tahun kabur, pelaku ini pulang ke rumahnya dan langsung kita tangkap. Dari pengakuan pelaku terungkap, aksi kejinya dilakukan karena korban menolak untuk dicabuli," pungkas AR Manurung waktu itu. (A02/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments