Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Polres Taput Tetapkan RH Sebagai Tersangka Pembunuh Kristina Gultom

Polres Taput Tetapkan RH Sebagai Tersangka Pembunuh Kristina Gultom

admin Sabtu, 10 Agustus 2019 12:26 WIB
SIB : Bongsu Batara Sitompul
KETERANGAN PERS : Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Zulkarnaen dan Kanit Pidum Iptu Pol Hitler Hutagalung memberikan keterangan Pers atas penetapan RH (36) sebagai tersangka pembunuh Kristina Gultom.
Taput (SIB) -Polres Tapanuli Utara menetapkan RH (36) sebagai tersangka atas kasus pembunuhan terhadap siswi SMK Karya Tarutung Kristina Gultom (20). Demikian disampaikan oleh Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Zulkarnaen dan Kanit Pidum Iptu Pol Hitler Hutagalung dalam keterangan Persnya di Mapolres Taput, Jumat (9/8).

"RH ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti melakukan tindakan pembunuhan terhadap Kristina Gultom di ladang Sitolutolu Dusun Pangguan Desa Hutapea Banuarea Kecamatan Tarutung Kabupaten Taput, Minggu (4/8). RH langsung ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (7/8)," terangnya.

Kapolres menjelaskan, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 338 KHUP yang isinya menyatakan, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kemudian Pasal 365 KHUP yang isinya menyatakan pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan dengan acaman hukuman 12 tahun penjara.

"Tersangka RH membunuh Kristina Gultom karena merasa tersinggung atas makian dan diludahi korban saat tersangka mengajak korban untuk dibonceng dengan sepeda motor. Tersangka marah dan memarkirkan sepeda motornya. Kemudian tersangka langsung mendorong korban sampai terjatuh. Setelah itu, korban langsung berdiri dan berlari ke ladang Sitolutolu Dusun Pangguan Desa Hutapea Banuarea, " jelasnya.

Kapolres memaparkan, tidak merasa puas si tersangka pun terus mengejar si korban sampai ke ladang Sitolutolu dan menyebabkan korban sampai terjatuh. Dalam kondisi itulah, si tersangka langsung membogem wajah si korban dan korban terjatuh sambil menjerit meminta tolong. Takut ketahuan, si tersangka membogem lagi wajah si korban dan mencekik leher si korban sampai tewas.

"Setelah tewas, si tersangka langsung mengambil telepon genggam merk Nokia milik korban, 1 botol minyak kayu putih dan uang senilai Rp 5 ribu. Untuk menghilangkan jejak, si tersangka juga menyeret korban ke jurang yang ditumbuhi pohon bambu. Setelah itu, si tersangka membuka semua pakaian korban," jelasnya.

Menurut Kapolres, si tersangka melakukan perbuatan itu hanya sendiri atau pelaku tunggal. Penyidik juga telah mengambil sampel darah tersangka untuk dilakukan test DNA ke Pusdokkes Mabes Polri untuk memastikan apakah korban ada diperkosa atau tidak. Kemudian, jasad korban juga sudah diotopsi di RSU Djasamen Saragih dan penyidik masih menunggu hasil otopsinya.

"Kita tunggulah hasil test DNA dan otopsinya. Dari kejadian ini, polisi telah mengamankan barang bukti yakni 1 baju kaos oblong warna merah milik korban. 1 tangtop warna merah, 1 celana pendek warna hitam, 1 celana dalam, 1 celana panjang jeans warna biru, 1 sepatu, 1 botol ukuran kecil minyak kayu putih, uang senilai Rp 5 ribu dan 1 sepeda motor Suzuki Smash milik tersangka," ujarnya.(G02/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments