Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Polres Sibolga Amankan Kayu Olahan Diduga Ilegal

Polres Sibolga Amankan Kayu Olahan Diduga Ilegal

admin Kamis, 16 Mei 2019 12:43 WIB
SIB/Marlon
DIAMANKAN: Mobil dan muatan berupa puluhan lembar kayu olahan berbentuk papan diduga ilegal diamankan petugas Satgassus Polres Sibolga di halaman Kantor Polres Sibolga. Foto dipetik, Rabu (15/5)
Sibolga (SIB) -Petugas Satgassus Polres Sibolga mengamankan satu unit mobil L300 bermuatan puluhan lembar kayu olahan berbentuk papan diduga ilegal.

Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin kepada wartawan, Rabu (15/5) di Sibolga mengatakan, Senin (7/5) petugas Satgassus Polres Sibolga melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Sibolga.

Saat melintas di Jalan Zainul Arifin Sibolga melihat satu unit mobil sedang mengangkut kayu jenis meranti berbagai ukuran di antaranya kayu ukuran 2 cm x 20 cm x 200 cm sebanyak 20 lembar dan kayu ukuran 4 cm x 25 cm x 200 cm sebanyak 62 lembar, kemudian mobil dihentikan dan petugas menanyakan dokumen kayu, namun tidak dapat diperlihatkan.

Petugas selanjutnya membawa mobil beserta muatannya ke kantor polisi dan pengemudi mobil berinisial SS (59) warga Sibolga ditetapkan sebagai tersangka, namun belum dilakukan penahanan badan.

"Tersangka mengaku tidak mengetahui asal kayu hanya dibelinya dari seorang warga di Desa Pargodungan KecamatanTapian Nauli Kabupaten Tapteng untuk dijual kembali kepada orang lain," katanya.

Tersangka diduga telah melakukan "Memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai dan atau memiliki hasil hutan di kawasan hutan tanpa izin" sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 ayat 1 huruf e UU RI nomor 18/ 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, denda paling ringan Rp500.000.000 dan paling berat Rp 2,5 miliar.

"Barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi L300 dan puluhan lembar kayu olahan berbentuk papan diamankan petugas," katanya. (G03/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments